RAPP Teken MoU dengan BPBD Riau Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2014 14:43 WIB
Pekanbaru - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) perusahaan kertas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau melakukan MoU pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ini dilakukan agar tidak terulang kembali bencana asap di Riau.

Penandatangan kesepakatan antara perusahaan swasta nasional dengan BPBD Riau itu dilaksanakan di Posko Penanggulangan Bencana Karhutla, di Pangkalan TNI AU, Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (25/6/2014).

MoU ini diteken langsung Dirut RAPP, Mulia Nauli dengan Kepala BPBD Riau, Said Saqlul. Acara ini juga disaksikan Wakil Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rachman dan Komandan Lanud, Kolonel Muhamad Khairul Lubis.

Kepala BPBD Riau, Said Saqlul menjelaskan, bahwa kesepakatan ini berisikan kewajiban kedua belah pihak dalam mencegah dan mengantisipasi Karhutla.

"Kita akan secara aktif membagikan informasi terkini soal kebakaran lahan. Tim kita juga bekerjasama patroli rutin di sekitar areal perusahaan," kata Saqlul.

Sedangkan, RAPP menyatakan dalam MoU ini memberikan bantuan satu unit heli. Di samping memberikan bantuan pelatihan dalam kegiatan pengendalian Karhutla.

"Kami juga sudah membentuk 30 Masyarakat Peduli Api (MPA) baru di 30 desa. MPA baru tersebut akan mendapat bantuan masing-masing satu mesin pompa air, serta mendapat pelatihan dari perusahaan dan BPBD Riau," kata Mulia Nauli.

Nauli menjelaskan, sebelumnya RAPP perusahaan kertas terbesar di Asia Tenggara ini sudah membentuk 30 MPA yang berkumlah 420 orang.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri pulp dan kertas, lanjutnya, perusahaan telah menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI), seperti penerapan teknologi ekohidro di lahan gambut.

"Ini bentuk komitmen kami dalam upaya pencegahan hutan dan lahan," kata Nauli.

Wakil Gubernur Riau, Arsyad Juliandi dalam kesempatan itu mengatakan, agar perusahaan lain segera berpartisipasi dalam penanggulangan pencegahan Karhutla. Ini diperlukan, agar kabut asap yang terjadi awal tahun kemarin tidak terulang lagi.

"Saya imbau perusahaan untuk berpartisipasi sekurang-kurangnya mencegah kebakaran dari sekitar tempat kerja mereka. Perhatian pengusaha untuk antisipasi kebakaran lahan yang jelas sudah ada, namun yang sudah teken MoU baru dari RAPP. Saya harapkan yang lainnya akan menyusul," kata Arsyad Juliandi.



(cha/ndr)