"Saya peringatkan kepada Ical, melalui teman-teman media ini, jangan diteruskan. Nanti dia akan dipermalukan sendiri," kata Suhardiman saat ditemui di kediamannya, Jl. Kramat Batu No. 1, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (25/6/2014).
Wakil Ketua DPA RI periode 1993-1998 ini melihat pemecatan yang diteken oleh Ical itu seperti tindakan orang yang kebingungan dan panik sehingga menimbulkan salah langkah.
Blak-blakan, sesepuh partai beringin berusia 90 ini memaparkan soal sepak terjang Ical di 2014. Suhardiman menuturkan, diawali dengan ambisi Ical menjadi presiden, namun tidak berhasil. Kemudian tidak diterima di mana-mana. Dan sekarang memilih kubu Prabowo-Hatta sebagai mitra koalisi partai.
"Berapa kali ia sudah keliru melangkah sebagai seorang pemimpin," kata Suhardiman menegaskan.
Oleh karena itu, Suhardiman, yang dijuluki sebagai dukun politiknya Golkar memperingatkan kepada Ical untuk mundur dari kegiatan-kegiatan yang dianggap salah langkah ini.
(brn/brn)











































