Mengapa Muchdi Pr Angkat Bicara soal DKP Pemberhentian Prabowo?

Mengapa Muchdi Pr Angkat Bicara soal DKP Pemberhentian Prabowo?

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2014 12:15 WIB
Mengapa Muchdi Pr Angkat Bicara soal DKP Pemberhentian Prabowo?
Jakarta - Polemik soal Dewan Kehormatan Perwira yang mengadili mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Letjen (Purn) Prabowo Subianto belum berakhir. Apalagi dengan kemunculan Mayjen (Purn) Muchdi Pr siang nanti.

Pada Jumat (20/6/2014) mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto membuka alasan pembentukan DKP. Wiranto yang kini menjadi Ketua Umum Partai Hanura itu juga membeberkan rekomendasi DKP atas status Prabowo di dinas militer. Pengungkapan fakta DKP menarik karena Prabowo kini menjadi salah satu calon presiden yang akan bertarung pada 9 Juli nanti.

Kubu capres Prabowo pun bereaksi keras atas pernyataan Wiranto tersebut. Maklum saat ini Wiranto bersama Partai Hanura menjadi penyokong capres Joko Widodo.

Nyatanya setelah dua kubu saling sahut, Rabu (25/6/2014) siang ini rencananya Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono juga akan membuka kepingan puzzle soal DKP.


Mengapa Muchdi yang kini menjadi salah satu pendukung Jokowi-Jusuf Kalla turut angkat bicara?

Dalam catatan detikcom, Muchdi yang kemudian menggantikan Prabowo sebagai Danjen Kopassus memang turut diperiksa oleh DKP. Kepastian tersebut disampaikan oleh Jenderal Wiranto pada saat menggelar keterangan pers pada Senin 3 Agustus 1998.

Wiranto yang saat itu menjabat Panglima ABRI mengumumkan bahwa DKP akan memeriksa Komandan Sekolah Staf Komando (Dansesko) ABRI Letjen TNI Prabowo Subianto, mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Muchdi Pr, dan Komandan Grup IV Kopassus Kol (Inf) Chairawan.

Pemeriksaan akan dipimpin oleh Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Subagyo Hadisiswoyo. Mereka diperiksa terkait dugaan terjadinya kasus penculikan sejumlah aktivis pro demokrasi. Selama pemeriksaan oleh DKP maka Prabowo, Muchdi maupun Chairawan, akan dinonaktifkan dari jabatannya di ABRI.

Setelah melakukan pemeriksaan DKP pun memberikan sejumlah rekomendasi kepada Panglima ABRI. Hasilnya Prabowo Subianto diberhentikan dari ABRI. Sementara, Muchdi dan Chairawan dibebaskan dari semua tugas dan jabatan struktural di ABRI.

Selepas dari ABRI, Muchdi kemudian menduduki sejumlah jabatan penting di Badan Intelijen Negara. Di kancah politik pria kelahiran Yogyakarta 15 April 1949 itu tercatat pernah bergabung di PPP, dan Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto.

Di pilpres 2014 ini dia memilih mendukung duet Jokowi-JK yang akan bertarung melawan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.



(erd/nrl)


Berita Terkait