Nyaris Pingsan, JAM Pidum Dilarikan ke RSP Pertamina
Jumat, 24 Des 2004 13:38 WIB
Jakarta - Aparat Kejaksaan menjadi sosok menarik pasca perang melawan korupsi yang dicanangkan SBY. Apalagi setelah rumah dinas Kajati Bengkulu duduga sengaja dibakar bandit. Juga rumah dinas Kajati Sumbar yang diteror bom.Terakhir, Jaksa Agung Muda (JAM) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Haryadi Widyasa, harus dilarikan ke rumah sakit (RS), Jumat siang (24/12/2004). Apakah Haryadi juga korban teror, diracun, misalnya? "Ada sejarah penyakit gula," Kapuspenkum Kejagung Soehandoyo buru-buru memberi klarifikasi.Ikhwal cerita, usai menunaikan salat Jumat tepatnya sekitar pukul 12.30 WIB, Haryadi tiba-tiba sempoyongan. Dia nyaris terjatuh ketika meninggalkan Masjid Baitul Adli di Kompleks Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jaksel, hendak menuju ruang kerjanya.Untunglah, Haryadi meninggalkan lokasi bersama sejumlah koleganya. Jadi ketika Haryadi terhuyung-huyung hendak ambruk, mereka buru-buru menangkap tubuh Haryadi. Haryadi lalu dibopong ke ruang kerjanya yang kebetulan dekat dengan masjid.Ketika kejadian itu, sejumlah wartawann tengah mengerubuti JAM Intel Basrief Arief untuk meminta keterangan mengenai tersangka korupsi APHI, Adiwarsita Adinegoro. dan kebetulan saat itu Soehandoyo menunggui Basrief.Setelah wawancara selesai, Soehandoyo langsung memberi tahu Basrief bahwa Haryadi sakit. "JAM Pidum sakit," bisik pria berkumis tipis itu. Basrief langsung bergegas menuju kerumunan, melihat kondisi JAM Pidum.Sekitar pukul 12.40 WIB, Haryadi segera dilarikan ke RSP Pertamina dengan ambulan Kejagung bernopol B 1331 EQ. RS itu hanya terletak di seberang Kejagung.Sekadar diketahui, Jaksa Agung pernah memerintahkan jajarannya agar waspada dan hati-hati baik atas dirinya, keluarga, rumah maupun instansi kejaksaan menyusul pembakaran rumah Kajati Bengkulu Rusdi Taher. Apakah jatuh sakitnya JAM Pidum ada kaitannya dengan itu, semoga tidak.
(nrl/)











































