"Kita belum tetapkan dia sabagai tersangka, ini masih terus kita periksa," kata Kapolres Depok Kombes Ahmad Subarkah kepada detikcom, Rabu (25/6/2014).
Subarkah mengatakan petugas masih terus mendalami kasus ini dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. "Kita masih terus lakukan pemeriksaan," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Depok, dr Lies menyatakan sedang melakukan pemeriksaan pada jajanan sate usus ayam yang diduga menjadi penyebab keracunan 25 anak di Depok, Jabar.
"Sudah diteliti, butuh waktu dua sampai tiga minggu, bakteri mesti dibiakkan biar diketahui jenisnya," jelas Kepala Dinas Kesehatan Depok, dr Lies saat dikonfirmasi detikcom.
Kasus keracunan ini berawal pada Sabtu (21/6) lalu. Saat itu Alifa beserta rekan-rekannya membeli cilok dan usus ayam pada penjual jajanan keliling berinisial IS (50) di kawasan itu. Akibat membeli jajanan usus itu Alifa beserta puluhan rekannya keracunan.
Setelah dibawa ke rumah sakit kondisi rekan-rekan Alifa berangsur membaik dan satu per satu keluar dari rumah sakit. Namun Alifa tak kunjung menunjukkan perbaikan kesehatan. Keluarga Alifa kemudian melaporkan kasus ini ke polisi pada Senin (23/6) malam. Kemudian pada Selasa (24/6), Alifa meninggal dunia.
(nal/nwk)










































