Seorang tokoh muda Golkar Indra Jaya Piliang menilai pemecatan yang disebabkan karena tidak pro Prabowo-Hatta itu sebagai diskriminasi. "Harusnya bukan hanya ketiga orang itu yang dipecat tapi juga Pak JK, Pak Luhut dan juga saya," kata Indra saat berbindang dengan detikcom, Rabu (25/6).
Indra, kader muda Golkar pro Jokowi-JK yang mundur dari jabatan strategisnya karena mendukung capres-cawapres nomor urut 2 itu mengingatkan bahwa dirinya, JK, dan Luhut semestinya juga dipecat oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical karena tidak mendukung Prabowo.
"Pak JK dan Pak Luhut kan juga masuk di struktur Partai Golkar, sebagai Dewan Pertimbangan Golkar tapi kenapa tidak dipecat oleh DPP," ujar mantan Kepala Balitbang dan Departemen Kajian dan Kebijakan DPP Golkar ini.
Indra menyebutkan Jusuf Kalla dan Luhut Panjaitan ketika ajang pemilihan legislatif lalu masih menjadi juru kampanye nasional di Golkar. Jadi, Indra menegaskan kembali pemecatan terhadap tiga kader muda Golkar itu adalah tindakan yang tidak adil.
"Ini langkah politik yang blunder, diskriminatif, tidak adil," kata Indra menekankan.
(brn/van)











































