Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Ruang Rapat Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/6/2014).
Hadir dalam pertemuan ini, yakni Ketua Dewan Pers Bagir Manan. Sejumlah pimpinan redaksi media massa juga hadir, di antaranya Pemimpin redaksi Suara Pembaruan Primus Dorimulu, Nurjaman Mochtar dari SCTV/Indosiar, Sudirman Bonaparte dari RRI, dan Eddy Suprapto dari RCTI. Ada pula perwakilan dari Universitas Indonesia.
Acara ini merupakan bagian dari dialog dengan berbagai kelompok masyarakat. Tujuannya, untuk mengajak para pemimpin media bersama-sama mengawasi dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi pada Pilpres 2014 yang diikuti dua capres-cawapres ini.
"Netralitas media ini hampir dikatakan menjadi persolan kita bersama," kata Pramono yang juga menyoroti berbagai fenomena negatif dari semasa Pileg hingga menjelang Pilpres 2014 ini.
Bagir Manan menyoroti soal independensi pers. Menurutnya, masyarakat kita sudah berkomitmen terhadap kebebasan pers. Maka preferensi dari pers juga tak bisa dihindari.
"Saya tidak bisa hindari mereka punya preferensi sendiri. Yang penting, tidak boleh preferensi kita menimbulkan konflik, karena ini menyangkut media harus tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalisme dan kode etik," kata Bagir Manan.
(dnu/van)










































