Terminal Solo Diancam Bom
Jumat, 24 Des 2004 13:09 WIB
Solo - Terminal Tirtonadi, Solo, mendapat teror telepon ancaman bom. Tim Jihandak Brimob melakukan penyisiran dan mengamankan sebuah bungkusan mencurigakan. Namun demikian aktivitas di terminal bus terbesar di Jateng tersebut tetap normal.Ancaman tersebut disampaikan lewat telepon ke kantor UPTD Terminal Tirtonadi sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (14/12/2004). "Peneleponnya tidak menyebutkan nama. Dia cuma memberitahu bahwa telah menaruh bom di dalam terminal," kata Yuyun, pegawai UPTD Tirtonadi yang menerima telepon tersebut.Pihak terminal segera menghubungi polisi dan tidak lama kemudian 50 anggota Tim Jihandak dari Brimob Polwil Surakarta segera tiba di lokasi dan langsung melakukan penyisiran. Di saat melakukan penyisiran di seantero lingkungan terminal, polisi menemukan sebuah kardus warna coklat yang mencurigakan berada di Wartel Wahyu di Blok B-1 yang berada di dalam terminal.Metal detector yang digunakan untuk mendeteksi bungkusan tersebut mengeluarkan bunyi yang mencurigakan. "Kami lalu memutuskan untuk membukanya. Setelah dibuka ternyata isinya pompa angin, alat tambal ban, sebuah Al-Qur'an ukuran kecil warna kuning dan enam lembar foto. Kesemuanya sekarang sudah kami amankan," ujar seorang perwira di Polwil Surakarta."Kata penunggu wartel, bungkusan itu dititipkan oleh seorang lelaki tidak dikenal yang berpesan agar dititipkan ke bus PO Antar Jaya jurusan Solo-Yogya. Kami masih mendalami informasi itu dan meminta keterangan lebih jauh kepada penerima telepon maupun penjaga wartel. Yang jelas telepon yang digunakan penelpon terekam di UPTD Terminal yaitu dari 0271-717297," lanjutnya.Hingga Jumat siang ini Tim Jihandak masih melakukan penyisiran di seluruh bagian kompleks terminal. Namun demikian aktivitas keberangkatan maupun kedatangan bus dari maupun ke terminal bus terbesar di Jawa Tengah tersebut tetap lancar.
(asy/)











































