Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di KPK tahun 2009, bekas menantu Soeharto tersebut memiliki kekayaan sekitar Rp 1.579.376.223.359 dan US$ 7.572.916. Perinciannya, sebesar Rp 28 miliar berupa uang tunai dan Rp 1,42 triliun dari harta bergerak, harta tidak bergerak seperti aset perusahaan, peternakan, surat berharga dan lain-lain.
Dia mengalahkan kandidat lain, seperti Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan Jusuf Kalla-Wiranto, dalam soal harta. Megawati yang menjadi capresnya sendiri pun kalah. Kekayaan mereka masih di angka miliaran rupiah.
Bagaimana bila dibandingkan dengan kandidat tahun 2014? Belum ada data resmi, sebab KPK saat ini masih melakukan klarifikasi. Namun sebagai perbandingan, ada beberapa laporan yang masuk dari capres-cawapres 2014 di tahun-tahun belakangan.
Misalnya, dalam data LHKPN tahun 2012, kekayaan Hatta Rajasa adalah Rp 16,9 miliar dan US$ 56.936. Harta tersebut dibagi menjadi yang bergerak dan tak bergerak. Jika dollar yang dimilikinya dikalikan dengan kurs saat ini Rp 11.294, total harta Hatta adalah Rp 17,543 miliar.
Lalu, Jusuf Kalla, pendamping Joko Widodo. Kekayaan pria yang pernah duduk sebagai wakil presiden ini pada tahun 2009 mencapai Rp 314,794 miliar dan US$ 25.718.
Sedangkan Joko Widodo, merujuk data tahun 2012, hartanya sebesar Rp 27,311 miliar dan US$ 9.876. Kala itu, dia melapor pada tahun 2012 saat maju di Pilgub DKI dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Apakah harta Prabowo ada yang menyalip? Kita tunggu saja hasil verifikasi KPK.
(mad/ndr)










































