Jelang Ramadan, Dinsos Jaksel Amankan 1.442 Pengemis dan Gelandangan

Jelang Ramadan, Dinsos Jaksel Amankan 1.442 Pengemis dan Gelandangan

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2014 10:34 WIB
Jelang Ramadan, Dinsos Jaksel Amankan 1.442 Pengemis dan Gelandangan
Ilustrasi
Jakarta - Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan semakin gencar melakukan pengamanan terhadap Penyandang Masalah Kesejaheraan Sosial (PMKS) yang masuk ke wilayah Jakarta Selatan.

Pengamanan yang gencar ini, menyusul laporan petugas Dinsos di lapangan yang telah mengamankan 1.442 PMKS yang terdiri dari pengemis dan gelandangan sepanjang bulan Januari hingga akhir Juni 2014 ini.

"Ada 1.422 orang PMKS yang terjaring dari Januari sampai Juni. Dan yang paling banyak terjaring dari kalangan pengemis dengan 393 orang," ujar Miftahul Huda, Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan dalam keterangannya, Rabu (25/6/2014).

Sementara, jelas Miftahul, jenis PMKS tertinggi kedua yang ditertibkan adalah gelandangan dengan 344 orang dan psikotik 167 orang. Sementara untuk bulan tertinggi, penertiban PMKS adalah bulan April dengan total 424 orang.

"Karena pada April kita maksimalkan penertiban PMKS sebab memang menjaga jalannya pelaksanaan Pemilu Legislatif," tuturnya.

Miftahul mengatakan, Dinsos Jaksel sudah siap siaga untuk menjaga wilayah Jakarta Selatan dari ekspansi PMKS secara besar-besaran menjelang Ramadhan ini. PMKS tersebut rata-rata berasal dari wilayah penyangga kota Jakarta, seperti Depok dan Bekasi.

"Kalau dirata-rata, 200 PMKS yang kita tertibkan setiap bulan, biasanya Ramadhan akan bisa naik 10-15 persen. Karena banyak PMKS yang ingin mengais rezeki dengan menjadi pengemis di Jakarta untuk bekal Lebaran," jelas Miftahul.

Selain PMKS seperti pengamen dan pengemis, Sudinsos Jaksel juga akan melakukan pengamanan ekstra terhadap manusia gerobak.

"Itu kadang mereka sewa (gerobak) sebulan sampai Rp 1 juta. Kita koordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan mereka," ucapnya.

Sanksi bagi PMKS yang tertangkap saat Ramadan mungkin cukup membuat jera.
"Mereka akan dimasukkan ke panti sosial hingga Idul Fitri. Untuk manusia gerobak, biasanya gerobaknya langsung disita oleh Satpol PP," pungkasnya.

(rni/nwk)


Berita Terkait