TNI AU akan Bentuk Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat
Jumat, 24 Des 2004 11:16 WIB
Yogyakarta -
Mabes TNI Angkatan Udara (AU) akan membentuk panitia penyelidik kecelakaan pesawat terbang. Panitia ini akan dipimpin Panglima Komando Operasi (Pangkoops) I TNI AU Marsekal Muda Slamet Prihartono yang berkedudukan di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusumah, Jakarta.Hal ini disampaikan Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Sagom Tamboen sebelum upacara serah terima 14 jenazah korban kecelakaan helikopter jenis Super Puma milik TNI AU di Hanggar II Skuadron Pendidikan 102, Lanud TNI AU Adisucipto, Yogyakarta, Jumat (24/12/2004) pukul 10.30 WIB.Dalam upacara yang dipimpin Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Chappy Hakim ini jenazah diserahterimakan dari Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto kepada KSAU. Setelah itu jenazah diserahkan oleh KSAU kepada keluarga masing-masing.Pembentukan panitia penyelidik kecelakaan pesawat terbang ini menyusul terjadinya kecelakaan beruntun yang menimpa helikopter milik TNI AU. Dari data yang dikumpulkan detikcom, selama tahun 2002 sampai Desember 2004, sudah enam heli TNI yang jatuh. Berikut datanya: Pertama, 30 Juni 2002. Sebuah heli TNI milik TNI AD jenis Bell 205 lambung PK 5074, jatuh di pegunungan Enarotali (Gupai), Paniai, Papua. Dari kecelakaan tersebut, tiga anggota TNI tewas dan dua lagi luka-luka. Kedua, 27 Agustus 2002. Sebuah helikopter latih Bell-47G Soloy Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Kalijati, Jawa Barat, jatuh di Pabuaran, Subang pukul 16.00 WIB. Seorang anggota TNI bernama Letnan Satu Yudi tewas. Ketiga, 29 Oktober 2003. Sebuah helikopter latih militer TNI AU jenis Twin Pack H3408 jatuh di Kampung Palingseran, RT 03/04, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.18 WIB itu menewaskan tujuh anggota TNI AU. Keempat, 12 Oktober 2004. Sebuah helikopter jenis Bell 205 milik TNI, mengalami kecelakaan dan jatuh di Aceh. Kecelakaan itu terjadi pukul 13.00 WIB di km 34 Jln. Ambar, Desa Blang Rakal, antara perbatasan Kabupaten Aceh Tengah dan Bireun Provinsi NAD. Musibah ini menewaskan delapan anggota TNIKelima, 22 Desember 2004. Sebuah heli jenis Bell Bell HU-416 milik TNI AL di di Sungai Witak, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua. Lima orang tewas, tiga anggota TNI AL dan dua warga sipil. Keenam, 23 Desember 2004. Sebuah heli jenis Super Puma NAS-332 dengan nomor lambung 3201 milik TNI AU jatuh di sebuah perkebunan di pegunungan di Desa Suren Gede, Kecamatan Pejajar, Wonosobo. Sebanyak 13 anggota TNI AU tewas.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































