Sosok Terduga Teroris, Suka Pakai Celana Ngatung dan Pernah Dipenjara

Sosok Terduga Teroris, Suka Pakai Celana Ngatung dan Pernah Dipenjara

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2014 00:27 WIB
Sosok Terduga Teroris, Suka Pakai Celana Ngatung dan Pernah Dipenjara
Jakarta - Terduga teroris di Cipayung, Akbar alias Muri merupakan pribadi yang tertutup. Ia ternyata sempat dipenjara saat masih di STM dan sejak itu mulai ikut pengajian-pengajian yang membuatnya menarik diri dari pergaulan.

"Dia itu baru pindah ke sini STM, itu rumah orangtuanya tapi orangtuanya sudah almarhum. Dia waktu kelas 1 pindah di sini tahun 1995, ikut bapak tirinya," ungkap Anton (34), tetangga sekaligus teman satu sekolah Muri, Selasa (24/6/2014) malam, saat berbicang dengan detikcom.

Anton menceritakan Muri yang memiliki nama panjang Akbar Muriyawan ini sudah pernah ditangkap dan dipenjara karena terlibat tawuran saat sekolah. Usai keluar dari penjara, Muri disebut tidak lagi suka bergaul dengan teman-teman di lingkungan rumahnya dan lebih memilih mengikuti sejumlah pengajian.

"Kurang lebih hampir setahun menghilang (dipenjara). Begitu keluar dia udah jarang nongkrong. Lama-lama menarik diri dari pergaulan dan lebih memilih ikut pengajian-pengajian sekitar 1-2 tahun, kemudian dia menikah dan baru tinggal di sini lagi," cerita Anton yang juga merupakan Sekretaris RT 11/05, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur ini.

Sebelum menikah, Muri yang juga kerap dipanggil dengan sebutan Donal ini disebut suka memakai celana katung dan berjenggot. Namun setelah menikah dengan istrinya yang dalam keseharian memakai cadar, Muri pun kembali berpenampilan biasa.

"(Sekarang) penampilannya biasa saja. Pribadinya memang tertutup, dan beberapa minggu terakhir ini teman-teman pengajiannya sering datang ke sini. Enggak tahu saya ngapain itu, Pak RT yang tahu," ujar Anton.

Anton mengaku tidak mengetahui di mana lokasi pengajian-pengajian yang kerap didatangi Muri. Meski begitu, Anton memastikan tempatnya bukan berada di lingkungan rumahnya.

"Tempat pengajiannya kurang tahu ada di mana, tapi yang pasti di luar daerah sini karena kalau di sini ada pengajian dia enggak ikut. Dia sama kelompok pengajiannya. Kalau shalat Subuh, Magrib dan Isya sering di sini jamaah. Tapi setelah selesai shalat langsung pulang," Anton menjelaskan.

Muri dan istrinya sehari-hari menjadi guru mengaji untuk anak usia SD. Muri juga disebut merupakan sosok yang temperamental sebelum rajin ikut dalam kelompok pengajiannya.

"Dulu dia temperamen, emosi dikit langsung tabok, tapi setelah ikut pengajian kelihatan berubah dan menarik diri dari pergaulan," imbuh Anton.


(ear/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini