Timses: Dukung Palestina Merdeka, Bukti Ketegasan Diplomasi Jokowi

Timses: Dukung Palestina Merdeka, Bukti Ketegasan Diplomasi Jokowi

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2014 00:08 WIB
Timses: Dukung Palestina Merdeka, Bukti Ketegasan Diplomasi Jokowi
Jakarta - Anggota Tim Pemenangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Ahmad Basarah menilai pernyataan Jokowi yang menegaskan kembali dukungannya terhadap kemerdekaan bangsa Palestina bukanlah pencitraan. Dukungan itu merupakan dari sikap politik luar negeri yang akan diterapkan Jokowi kelak dalam kaitannya berdiplomasi dengan dunia internasional.

"Sikap mendukung kemerdekaan bangsa Palestina tersebut, selain mempertegas pelaksanaan politik luar negeri yang bebas dan aktif, juga dimaksudkan untuk mengkritik ambivalensi sikap Presiden SBY yang akan dilanjukan oleh Prabowo jika terpilih sebagai Presiden, yang mengatakan punya sikap dan prinsip politik luar negeri 'one thousand friends and zero enemy'," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan ini dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Sikap Prabowo dan juga Pemerintahan SBY tersebut, kata dia, tidak mencerminkan maksud Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan "penjajahan di atas dunia harus dihapuskan".

"Frasa dalam pembukaan UUD 1945 tersebut mewajibkan kita untuk bersikap aktif termasuk ikut membela negara-negara yang dijajah oleh negara lainnya," ujarnya.

Hal tersebut, telah dipraktikkan Presiden Soekarno melalui suatu penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung. Jadi, kata dia, sangat aneh kalau Prabowo ingin mendukung kemerdekaan bangsa Palestina tapi tidak berani bersikap tegas terhadap pemerintah Israel yang menjajah tanah Palestina.

"Prinsip 'one thousand friends and zero enemy' tidak bisa dipraktikkan dalam kasus membela bangsa Palestina," ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Basarah, sangatlah jelas bahwa Jokowi punya konsistensi dalam memahami politik luar negeri Indonesia sebagaimana maksud UUD 1945. Di samping itu, pernyataan tersebut mencerminkan pula Jokowi memahami apa yang disebut Bung Karno dalam pidato 1 Juni sebagai Sila Internasionalisme (Perikemanusiaan), di mana pada prinsipnya menegaskan bahwa kita memiliki Indonesia merdeka yang berada dalam lingkungan kekeluargaan bangsa-bangsa berdasar nilai-nilai kemanusiaan.

"Tidak hanya itu, Jokowi juga menunjukkan pembelaan terhadap Palestina sebagai wujud apa yang dikutip Bung Karno dari Gandhi bahwa 'My Nationalism is Humanity', dimana nasionalisme yang diinginkan adalah suatu nasionalisme yang mengorganisir bangsa-bangsa untuk hidup sederajat dan berdampingan dengan bangsa-bangsa lain. Suatu nasionalisme yang hidup dalam taman sarinya internasionalisme," papar Basarah.

(mpr/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads