"Feeling saya ada (tekanan dari luar golkar), saya nggak nuduh, tapi feling saya ada. (Dari kubu sebelah?) Ya kira-kira begitulah, anak buahmu dirapikanlah, kira-kira begitu," kata Nusron Wahid.
Nusron Wahid menyampaikan ini saat menggelar jumpa pers bersama Poempida Hidayatullah dan Agus Gumiwang Kartasasmita di Senopati Suites Apartment, Jalan Senopati Raya, No 41, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2014) malam.
Menurut Yusron, jika pihaknya dinilai melanggar AD/ART, maka seharusnya yang terlebih dahulu dipecat sebagai kader golkar adalah Jusuf Kalla yang mencalonkan diri maju sebagai cawapres Jokowi.
"Katakanlah kita dianggap tidak sesuai AD/ART, harusnya yang dipecat pertama kali adalah Pak JK, dia mencalonkan diri, harusnya dipecat dulu, karena kita hanya mendukung, setelah itu pecat Pak Suhardiman, lalu Pak Ginanjar, lalu kita-kita ini. Ini berarti ada diskriminatif. Akan kita persoalkan dan akan kita lawan, baik secara hukum atau politik," katanya.
Sementara itu, Agus Gumiwang justru mempertanyakan pemecatan ini. Menurutnya, DPP Partai Golkarlah yang melanggar AD/ART karena tidak memberikan surat peringatan.
"Ada UU parpol yang menyatakan langkah apa yang bisa kita ambil, tapi sebelum itu juga, kami akan mempertanyakan pelanggaran, justru kami anggap pemecatan kami ini yang melanggar AD/ART, kami tidak prnah dapat surat peringatan dan teguran," katanya.
(idh/mok)











































