"Sikap-sikap seperti ini otoritarianisme yang tidak patut di era demokrasi. Ada mahkamah partai untuk mempermasalahkan, tapi kami tidak pernah dipanggil ke Mahkamah Partai," kata Nusron saat menggelar jumpa pers bersama Poempida Hidayatullah dan Agus Gumiwang Kartasasmita di Senopati Suites Apartment, Jalan Senopati Raya, No 41, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2014) malam.
Nusron mengatakan, seharusnya yang dipecat adalah kader-kader yang membuat turun grafik suara golkar. Sedangkan mereka, katanya, merupakan kader-kader yang berhasil membawa suara signifikan untuk Golkar.
"Partai telah mensia-siakan amanat rakyat. Karena politik itu mencari suara rakyat, tapi rakyat yang bergabung malah dipecat. Kita berhasil membawa suara rakyat, itu disia-siakan. Yang menurunkan grafik suara rakyat itulah yang harus dipertanyakan," ujarnya.
Sementara itu, Poempida Hidayatullah mengatakan, pihaknya belum menentukan jalan keluar seperti apa yang akan diambil. Tapi, masih ada waktu 2 bulan untuk mengajukan ke Mahkamah Partai.
"Nasib kami seperti ini tentu tidak akan kami diamkan, tapi basis-basis keadilan itu yang kita cari. Jalan keluarnya belum kita putusan seperti apa. Kalau diajak berdebat kita siap, Tapi kami yakin bahwa dukungan kami ini adalah benar. Orang yang dalam posisi kepepet biasanya kalap. Ini tidak bijak, takut bersaing, takut berkompetisi," sindirnya.
(idh/mok)











































