"Yang di luar negeri nggak merasakan, yang di sini merasakan semuanya. Krisis 98 tapi dampaknya nggak setahun atau dua tahun. Saya ngerasain betul di usaha dampaknya," kata Jokowi di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (24/6/2014).
Penjualan Indosat dilakukan pada tahun 2002, saat itu Jokowi masih dikenal sebagai pengusaha furnitur dari Solo. Sebagai pengusaha, ia melihat dampak 1998 tak berhenti di tahun 1999 atau 2000.
"Semua merasakan betapa beratnya krisis saat itu. Berapa bank yang kolaps? berapa perusahaan yang kolaps?" ujar Jokowi.
"Sama saja saat kita krisis itu kayak perusahaan, ada pilihan-pilihan yang jelek. Itu (penjualan Indosat) juga lewat persetujuan MPR. Itu bukan keputusan pribadi, hati-hati lho," tambahnya.
Mantan wali kota Solo ini menambahkan, dalam penjualan Indosat ada perjanjian bahwa perusahaan bisa dibeli kembali. Ia menyatakan, jika Indonesia mengalami kenaikan ekonomi sebesar 7 persen, maka saat itulah Indosat bisa dibeli.
"Ya kita ingatkan saja, ya kalau sudah seperti itu kan bisa dibeli kembali, ada di klausulnya. Tapi kapan? Ya kalau saya, pas ekonomi kita sudah meningkat 7 persen," ujar suami Iriana ini.
"Gitu, gampang. Nggak, maksudnya dibuat mudah, jangan kayak ini sesuatu yang rumit," tambahnya.
(vid/mok)











































