Tiga kader Partai Golkar yang 'Mbalelo' mendukung pasangan Jokowi-JK angkat bicara soal pemecatan mereka dari Partai Golkar. Mereka mempertanyakan surat pemecatan tanpa didahului surat peringatan.
"Kelihatannya isi surat yang kami terima sama, yang membedakan hanya nama dan nomornya. Padahal, proses atau kronologi yang dilalui kami bertiga sangat berbeda, hanya ada beberapa kesamaan," kata Ketua DPP Agus Gumiwang Kartasasmita, salah satu kader yang dipecat.
Agus Gumiwang menyampaikan ini saat menggelar jumpa pers bersama Wakil Bendahara DPP Golkar Nusron Wahid dan Poempida Hidayatullah di Senopati Suites Apartment, Jalan Senopati Raya, No 41, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2014) malam.
Agus menyayangkan sikap Partai Golkar yang tidak memberikan surat peringatan sebelummnya. Maka, mereka menganggap pemecatan itu tidak berdasar.
"Kami bertiga tidak pernah mendapatkan surat peringatan atau teguran dalam bentuk jenis apapun dari DPP Golkar. Oleh sebab itu, kami memandang karena pilihan kami memilih pasangan Jokowi-JK. Tertera juga dalam surat. Yang kami pertanyakan adalah tidak adanya surat peringatan dan prosesnya," katanya.
Sebetulnya, lanjut Agus, sejak awal mereka mengetahui pasti ada konsekuensi terhadap pilihan yang kami tentukan.
"Tapi, bukan hanya konsekuensi, yang penting juga adalah proses. Kalau proses dari DPP itu benar, tepat, kami tidak akan permasalahkan pemecatan kami. Kami merasa ada sesuatu yang harus ditegakkan. Publik harus tahu ini tidak sesuai dengan prosedur, AD/ART, dan PO," ujarnya.
(idh/mok)










































