Bulan Ramadan, Diperkirakan Macet Jakarta Bertambah 30%

Bulan Ramadan, Diperkirakan Macet Jakarta Bertambah 30%

- detikNews
Selasa, 24 Jun 2014 19:39 WIB
Bulan Ramadan, Diperkirakan Macet Jakarta Bertambah 30%
Ilustrasi: macet
Jakarta - Bulan Ramadan hanya beberapa minggu lagi. Distribusi logistik pun akan lebih banyak daripada hari biasanya. Di Jakarta sendiri diperkirakan warga akan merasakan macet yang lebih parah mencapai 30 persen akibat banyaknya truk yang mengangkut barang dan logistik ke Jakarta.

"Selama Ramadan ketersediaan logistik akan ditambah oleh suplier untuk Jakarta sampai dua kali lipat. Sementara proses pengiriman barang mengalami pembatasan waktu menjelang lebaran. Sebelum H-4 Idul Fitri, kendaraan besar dilarang beroperasi dan masuk Jakarta," kata Ketua Dewan Pimpinan Unit Angkutan Khusus Pelabuhan Organisasi Angkutan Darat (DPU Angsuspel-Organda) DKI Jakarta Gemilang Tarigan di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta, Selasa (23/6/2014).

Ia menyatakan, aturan ini akhirnya membuat para pemasuk menambah frekuensi distribusinya di bulan Ramadan. Sehingga, diperkirakan kemacetan yang dialami warga Jakarta khususnya yang berada di wilayah Jakarta Utara dan sekitar pasar seperti Tanah Abang, Kramat Jati, Pasar Jatinegara akan bertambah hingga 30 persen.

"Pembatasan itu berkorelasi dengan kondisi lalu lintas yang menimbulkan kemacetan hingga 30%. Terutama di daerah pelabuhan dan pasar sebagai tempat bongkar muat barang," sambungnya.

Di Jakarta Utara, macet akibat distribusi logistik ini semakin diperparah dengan tak adanya tempat parkir khusus untuk truk. Truk kontainer yang masih menunggu untuk berlabuh memilih parkir di pinggir jalan yang membuat jalan makin sempit.

Penambahan macet di Jakarta Utara diperkirakan di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Enggano, Cilincing dan beberapa ruas jalan lainnya. Kemacetan tak terhindarkan umumnya terjadi antara pukul 16.00-18.00 WIB atau menjelang berbuka puasa.

Meski begitu, kepala Dinas Perhubungan DKI M Akbar, menyatakan pembuatan lahan parkir sulit karena susahnya mendapatkan lahan yang luas untuk parkir kontainer. Saat ini baru 2 lahan parkir yang dibuat yakni di Tanah Merdeka Jakarta Utara dan Pulo Gedang Jakarta Timur. Namun, kapasitasnya hanya sedikit.

Rekayasa jalan pun tak banyak membantu. Bila macet sudah kian parah, petugas tak bisa berbuat banyak.

"Upaya pengendalian di Jakarta Utara ini tidak ada selain menunggu tuntasnya pembangunan Jalan Tol Pelabuhan. Diperkirakan pada 2015 ini. Kalau jalan tol ini selesai, beban kemacetan dapat berkurang," ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI M. Akbar.
(bil/gst)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads