"Nggak ada (obat palsu). Karena puskesmas beli resmi melalui e-catalog ke perusahaan besar," ujar Dien, Selasa (24/6/2014).
Menurut Dien, pihaknya membeli obat di perusahaan besar seperti Kimia Farma dan Indo Farma. Oleh karena itu dipastikan obat-obat yang tersebar di puskesmas tidak palsu.
Pada Senin (23/6) kemarin, polisi menggerebek pabrik obat palsu di Tangerang. Pabrik tersebut memproduksi jutaan obat relaksan otot. Produk pabrik ini terdistribusi hingga ke Jakarta dan menurut pengakuan tersangka penjual obat palsu tersebut, obat-obat tersebut dijual hingga ke puskesmas.
Obat yang disita oleh kepolisian sudah berbentuk kapsul dengan harga jual tertinggi Rp 21 ribu/kaplet.
(nik/nrl)











































