"Waktu saya di Komisi I memang kasus ini disputable, tank Leopard itu cocok untuk negara kontinental, tidak cocok untuk negara kepulauan. Jokowi itu betul, jalan dan jembatan kita tidak kuat untuk tank seberat 62 ton," ujar mantan ajudan Presiden Soekarno yang kini berusia 78 tahun saat mengukuhkan Relawan Sahabat Rakyat di aula Danny Pomanto, jalan Amirullah, Makassar, selasa (24/6).
Seperti diketahui sebelumnya, wacana Tank Leopard sebelumnya disinggung Jokowi dalam Debat Capres, minggu kemarin (22/6). Menurut Jokowi Tank asal Jerman seberat 62 ton tidak cocok untuk alam Indonesia.
Prabowo sendiri tak setuju dengan pandangan Jokowi. Menurutnya pembelian tank Leopard sudah sesuai prosedur dan melalui riset dari lembaga yang berwenang.
Rencananya pada 5 Oktober 2014 nanti, 26 tank jenis Leopard dan 26 tank jenis Marder akan tiba di Indonesia, dari 180 unit tank pesanan pemerintah Indonesia pada industri persenjataan dan militer Jerman, Rheinmetall Defence.
Sebelumnya soal tank ini Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan kembali kehadiran Leopard sangat penting untuk Indonesia, terutama untuk tugas operasi militer perang.
"Jadi, Leopard adalah bagian kekuatan TNI dalam rangka pertahanan militer untuk tugas melakukan operasi militer perang. Misi TNI itu ada dua, operasi militer perang dan operasi militer non perang. Alustista strategis seperti Leopard, kapal selam, dan pesawat tempur F16 digunakan untuk operasi militer perang dalam menghadapi operasi lawan, bukan digunakan untuk kebutuhan non militery operation," tegas Sjafrie.
Penegasan Sjafrie ini disampaikan dalam jumpa pers seusai penyerahan simbolis Leopard dan Marder tahap pertama di pabrik Rheinmetall, Unterluss, Jerman, Senin (23/6) sore.
(mna/ndr)











































