"Enggak juga PKS, kan ada Golkar dan Gerindra. Paling tidak, Insya Allah minimal 60 persen," kata Deddy di Gedung DPR, Senayan, Selasa (24/6/2014).
Dia mengatakan sejauh ini peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus gencar agar masyarakat tidak golput. Menurutnya, sejak Pemilu Legislatif, 9 April lalu, pihak Pemprov Jabar telah melakukan sosialisasi ke masyarakat luas. Selain itu, berbagai bentuk dukungan deklarasi dari masyarakat serta peran media massa cukup membantu berkurangnya angka golput.
"Kita harapkan tinggi suara pemilih karena ada 18,76 persen yang menjadi rebutan. Itu kan DPTnya, jadi Jawa Barat sangat keras. Golput itu kan enggan bantu ngubah nasib bangsa ini," sebutnya.
Kemudian, dia pun menyarankan kepada masyarakat yang belum menentukan pilihan atau swing voters agar melakukan sholat istigharah. Namun, Deddy yakin angka swing voters di Jawa Barat bakal mengarah ke Prabowo-Hatta.
"Insya yakin berapa persen ya setingi-tingginya. Kalau masih bingung tentukan pilihan ya sholat Istigharoh. Kalau saya, Alhamdulillah sudah ketemu dua-duanya. Jadi, pilihan saya mantap, sudah istigharah dan mantap tetap nomor satu," ujarnya seraya tertawa.
(hat/erd)










































