3 Kader muda Golkar dipecat karena disebut mengabaikan instruksi partainya. Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla menilai sikap yang diambil Golkar berlebihan kepada kadernya.
"Saya kira ini agak berlebihan (pemecatan)," kata JK di Lampung, Selasa (24/6/2014).
Menurut JK, setiap keputusan dan kebijakan politik yang diambil pasti memiliki resiko. JK menyebut kejadian 2004 saat Akbar Tandjung yang kala itu menjabat sebagai ketum Golkar memecat beberapa kader Golkar seperti Fahmi Idris dan Priyo Budi Santoso.
"Dan saat pergantian pengurus semua yang dipecat kembali ke Golkar bahkan duduk di ketua," ucapnya.
Namun JK menyindir kepimpinan dan pengurus Golkar saat ini yang berlebihan mengambil keputusan. Saat dirinya menjabat ketum Golkar, Ia hanya memecat kader Golkar yang terlibat dalam masalah hukum dan korupsi.
"Kalau soal politik kita ajak duduk berbicara," kata JK.
JK menilai adalah wajar jika kader Golkar mendukung dirinya karena bekas ketua umum Golkar. Malah lebih aneh jika melihat kader Golkar mendukung ketua yang berasal dari partai lain.
"Masa mereka mendukung ketua Gerindra dan Ketua Umum PAN. Yang mana masuk akal?" ujarnya.
"Lalu bila Jokowi JK menang nanti, akan ada perubahan di Golkar?" Tanya wartawan.
"Lihat saja nanti," jawab JK sambil tersenyum.
(fiq/ndr)











































