"Yah semoga keluarga bisa mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Tapi kami ini juga masih memantau takutnya ada yang keliru atau yang lain untuk perbaikan ke depan," kata Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Harris Iskandar di Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Menurut dia, pihak sekolah sudah melakukan penjelasan terkait insiden itu. Memang dari apa yang disampaikan seperti terjadi kecelakaan alami.
"Kami masih terus memantau dan tidak bisa berkomentar lebih banyak. Cuma kami sangat berduka cita sedalam-dalamnya. Kami juga sangat mengapresiasi keterbukaan dari sekolah maupun dari alumni. Dan ada gurunya juga kan ya? Ini juga disetujui oleh orang tua juga. Terlihat seharusnya ini perfect kan? Seharusnya ini tidak ada insiden," urai dia.
Pihak Kemendikbud menyerahkan sepenuhnya kepada kepala dinas DKI terkait urusan sanksi dan persoalan terkait kegiatan di SMA 3 Jakarta ini.
"Itu urusannya dinas, kami serahkan ke sana. Termasuk gurunya. Karena mereka ada di bawah kewenangan dinas pendidikan DKI. Kami hanya memantau apa yang terjadi agar proses ini berjalan dengan seharusnya," tutupnya.
(mad/ndr)











































