"Sudah sejak kemarin. Ini sudah melalui keputusan yang amat panjang. Ini juga sudah diserahkan ke DPP. Dan di DPP sudah menegur dan kita sudah bikin surat teguran dua kali. Dan, sudah diputuskan DPP bahwa tiga orang itu lakukan pemberhentian oleh partai golkar," kata Setya di Gedung DPR, Selasa (24/6/2014).
Dia mengatakan dengan pemberhentian itu, maka ketiga kader tersebut juga otomatis tidak aktif sebagai anggota DPR. Soal Poempida yang belum mendapatkan surat, menurutnya bakal diberikan hari ini. Begitupun dengan Nusron dan Agus Gumiwang.
"Ya, saya rasa itu (tak aktif di DPR). Kan ditandatangani tadi malam. Secara administrasi hari ini akan diberikan, saya mengetahui tadi malam sudah ditandatangani. Sudah dapat berita langsung dari Pak Sekjen Idrus," sebut Setya yang juga Anggota Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ini.
Setya kembali menegaskan arah kebijakan partai sudah jelas dan mesti diikuti para kader. Adanya penilaian kalau Partai Golkar tidak demokratis karena tidak memberikan kebebasan memilih bagi kadernya, dia menepis hal tersebut. Menurutnya, keputusan pemecatan ini sudah melalui proses lewat Mahkamah Partai.
Kemudian, masih adanya kader Golkar selain Poempida, Nusron, dan Agus, yang membelot mendukung Jokowi-JK saat ini sedang dikaji partai. Diakuinya, kemungkinan kader lain yang membelot akan menyusul untuk diberhentikan.
"Itu sudah menjadi aturan kebijakan partai. Saya sebagai Ketua Fraksi tentunya hanya mengikuti arahan-arahan dari partai. Tentunya di partai sudah punya alasan sendiri yang sangat kuat. Ada aturan dan masing-masing sudah diberitahu. Dalam rapat semua komponen, organisasi, masalah hukum yg diketuai pak Muladi. Maka hal itu dilaksanakan Mahkamah partai," ujarnya.
(hat/erd)










































