"Ketum Parade Nusantara direkrut PraHara, basis-basisnya lepas. Mencalonkan diri jadi kades di desanya pun kalah. PraHara merekrut pepesan kosong," kata Budiman lewat twitter, Selasa (24/6/2014).
Parade (Persatuan Rakyat Desa) Nusantara adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang mayoritas anggota dan pengurusnya adalah masyarakat pedesaan dengan pilar penyangganya adalah aparatur pemerintahan yaitu para kepala desa, perangkat desa, mantan kepala desa, dan mantan perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Perjuangan Parade Nusantara selama ini banyak dibantu Komisi II DPR. Terutama terkait kesejahteraan perangkat desa, sampai dana desa yang gol lewat UU Desa. Namun kini Parade Nusantara masuk politik dan memilih mendukung Prabowo-Hatta.
"Ketum Parade pro PraHara, basis-basisnya lepas buat FPD. Ketum APDESI pro PraHara, dijatuhkan dalam Munas di Yogya. Saya berkontak dan berjuang dengan FPD sampai dengan lolosnya UU Desa dan pembuatan PP. Juga saya jadi pembina APDESI. Kalau saya khianati desa, pasti saya dikutuk," kata Budiman.
Menurut Budiman, Ketum Parade Nusantara sudah kehilangan kepercayaan basis-basisnya. Kemudian mengajak saya mengonsolidasikan Parade. Setelah kuat, dia jual ke PraHara.
"Tujuan memperjuangkan UU Desa dilupakan ketum, malah bermanuver politik dan bisnis. Basis-basisnya kecewa dan buat Forum Pembaruan Desa (FPD). FPD-lah yang mengawal UU Desa sampai akhir," pungkasnya.
(van/nrl)











































