Golkar Sapu Bersih Kader Mbalelo Pro Jokowi

Golkar Sapu Bersih Kader Mbalelo Pro Jokowi

- detikNews
Selasa, 24 Jun 2014 10:19 WIB
Golkar Sapu Bersih Kader Mbalelo Pro Jokowi
Jakarta - Partai Golkar ingin memastikan semua jajarannya bulat mendukung Prabowo-Hatta di Pilpres 2014. Sejumlah kader yang dianggap membangkang pun didepak dari DPP.

Ketua DPP Golkar Mahyudin yang juga orang dekat Ketum Golkar Aburizal Bakrie menyebut untuk tahap awal akan ada 3 kader Golkar yang dipecat dari keanggotaan di DPP Golkar. Tiga kader itu adalah Nusron Wahid, Agus Gumiwang dan Poempida Hidayatulloh. Ketiganya terang-terangan merapat ke kubu Jokowi-JK.

SK pemecatan ketiganya, menurut Mahyudin, sudah diteken oleh Ketum Golkar Aburizal Bakrie. Meski demikian ketiga kader Golkar yang dipecat belum mendengar kabar resmi. Ketiganya juga masih menjadi anggota DPR RI.

Usai menghadiri Deklarasi Apel Akbar Pemuda Kalimantan Timur di Stadion Segiri Samarinda, Senin (23/6/2014), Mahyudin menerangkan ketiganya terbukti mbalelo terhadap keputusan Partai Golkar yang mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

"Karena mereka ikut hadir, ikut mengkampanyekan, yang kita lihat berdasarkan berita, berdasarkan media cetak dan televisi tentu saja bukti-bukti itu, mereka berada di luar dari yang diputuskan Partai Golkar," ujar Mahyudin.

Tidak hanya itu, sambung Mahyudin, DPP Partai Golkar juga menjatuhkan sanksi penonaktifkan Anwar Adnan Saleh yang juga Gubernur Sulawesi Barat dari jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Barat.

Mahyudin mengancam semua elite Golkar yang mbalelo bakal diberi sanksi tegas. "Bagi kader Golkar di daerah tingkat dua, menjadi wewenang provinsi untuk memberi sanksi. Sementara di tingkat provinsi, menjadi wewenang DPP untuk memberikan sanksi. Sanksi jelas bagi yang mbalelo, sanksi mulai dari pemecatan dari jabatan struktural, fungsional hingga dari keanggotaan partai," tegasnya.

Namun demikian Poempida dan kawan-kawan tak gentar dengan ancaman ini. "Itu aneh karena yang kami dukung juga senior Golkar, mantan Ketua Umum Golkar (JK). Tapi ancaman itu tak akan mengubah langkah politik saya. Saya sudah bicara dengan Nusron Wahid, apapun keputusan partai kami tidak akan goyah. Bagi kami politik itu persoalan kesetiaan," terang Poempida saat dihubungi detikcom, Selasa (24/6/2014).

Lalu setelah para kader muda ini didepak, apakah senior Golkar seperti Ginandjar Kartasasmita, Fahmi Idris, sampai pendiri Golkar Suhardiman yang juga mendukung Jokowi-JK bakal didepak Ical dari Golkar?

(van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads