"Jadi memang dari tanggal 18, kami mendapatkan permintaan izin dari aktivis 98 untuk menggelar acara di Kemenpora," ujar Deputi Bidang Infrastruktur Kemenpora Gatot S Dewabroto ketika dikonfirmasi, Selasa (24/6/2014).
Dari perizinan yang masuk tersebut, kata Gatot, pihak aktivis 98 menyatakan acara yang akan mereka gelar bersifat netral. Tidak ada kecenderungan politik tertentu.
"Setelah itu kami beri izin, dan juga sudah ditembuskan ke Polres Jakpus," kata mantan Jubir Kemenkominfo ini.
Namun pada H-1, Senin (23/6) malam tadi, pihak Kemenpora merasa curiga. Dalam atribut yang mulai dipersiapkan pihak aktivis 98, ditemukan sejumlah atribut yang menjurus kepada pilihan politik tertentu.
"Misal di situ ada gambar perlawanan terhadap Pak Harto. Kami melihat adanya perlawanan terhadap capres tertentu. Sedangkan kami lembaga pemerintah itu kan harus netral," kata Gatot.
Akhirnya tengah malam tadi pihak Kemenpora menghubungi Polres Jakpus meminta pihak kepolisian untuk membatalkan izin yang sebelumnya sudah dikeluarkan. Polres Jakpus pun mengeluarkan surat pembatalan izin acara aktivis 98 di Kemenpora.
Pernyataan Gatot ini sekaligus membantah pernyataan dari pihak aktivis 98 yang menyebutkan acara masih tetap akan berlangsung pada pagi ini.
(fjr/mad)










































