"Ya semua provinsi kita inginnya, inginnya menang. Oleh sebab itu, harus dikunjungi meskipun kita tahu di sini adalah kandangnya banteng. karena gubernurnya juga (orang) PDI Perjuangan," tutur Jokowi kepada wartawan di sela-sela kampanye, Pontianak, Selasa (24/6/2014).
Berbatasan dengan Malaysia, Gubernur DKI Jakarta non aktif ini berpendapat seharusnya pemerintah pusat lebih memfokuskan perhatian dengan membangun infrastruktur yang lebih baik. Sehingga, warga lokal memiliki kebanggaan tersendiri.
"Ya yang namanya perbatasan itu jendelanya negara kita. Itu akan memperlihatkan kita ini seperti apa, kalau misalnya dari perbatasan negara lain mulus kemudian masuk ke kita nggak mulus, ya kan akan kelihatan. Pemerintah pusat harusnya kan misalnya mendirikan kantor-kantor, gedung yang baik supaya tidak kalah dengan tetangga sebelah," lanjutnya.
"Artinya orang membandingkan, oh di situ kok bagus, di situ kok nah, mestinya di sini lebih bagus, di sini. Mestinya ini menyangkut kebanggaan, kalau saya lho, dengan cara apapun perbaiki, agar minimal sedikit lebih baik. Gedung-gedung kantornya, masalah jalannya, masalah gerbangnya, masalah cara pemeriksaannya, pelayanan di pemeriksaan. Itu mencerminkan kita lho," kata suami Iriana ini.
Menyoal Kalimantan yang kerap dijadikan sebagai daerah tujuan transmigrasi, Jokowi menganggap perlu adanya komunikasi yang baik antara pemerintah setempat dengan pemerintah pusat.
"Kalau di sini misalnya Pak Gubernur Kalimantan Barat sudah menyampaikan, sudah tidak perlu ada transmigrasi baru lagi ya lebih baik tidak. Tapi kalau masih membutuhkan ya kita harus menyiapkan untuk masuk ke Kalimantan Barat, itu aja," ujar Jokowi.
"Ya yang namanya pembangunan perlu konsistensi. Artinya kalau kita sudah membangun sebuah daerah transmigrasi itu harus diikuti prosesnya, apakah mereka sudah berhasil apa belum, kekurangannya apa di lapangan harus selalu diikuti proses itu," tutupnya.
(aws/jor)











































