Capres nomor urut 2 itu juga mengatakan jika krisis itu berdampak pada tahun-tahun setelahnya. Oleh karena itu, pemerintah pada masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri menjual saham Indosat.
"Begini lho ya, begini. karena kemaren ditanyakan kenapa dulu dijual, harusnya kita ngerti bahwa 1998 itu krisis berat kita. Dan itu berdampak sampai 5, 6, 7 tahun, rentetan dari krisis itu," kata Jokowi di sela kampanyenya di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (23/6/2014).
"Dalam kondisi krisis, ya kan, kita memang harus punya pilihan-pilihan, dan pemimpin harus memutuskan mana yang baik untuk negara dan mana yang tidak. Dan saat itu diputuskan menjual Indosat, karena memang negara membutuhkan uang, negara membutuhkan anggaran untuk menjalankan roda pemerintahan, itu," papar Jokowi.
Jokowi juga menegaskan betapa dampak yang dirasakan oleh masyarakat akibat krisis itu. Gubernur DKI non aktif itu juga menyinggung keberadaan Prabowo kala itu yang dianggap tidak merasakan dampaknya.
"Mestinya kalau kita semua ingat dan kita berada di dalam negeri, kita merasakan, lho kita merasakan. Krisis itu beratnya seperti apa, Pak Prabowo ndak merasakan itu, karena saat itu beliau nggak di dalam negeri, itu lho. Saya ndak tau di mana," kata Jokowi.
Jokowi juga menambahkan jika penjualan itu mendapat persetujuan dari parlemen. Jadi menurutnya keputusan itu bukan sembarangan diketok oleh Megawati.
"Jadi itu sudah mendapatkan persetujuan dari DPR MPR gitu lho. Jadi kejelasannya itu. Dan yang paling penting itu, kita kalau di dalam negeri yang merasakan itu, krisis itu mendera kita seperti apa," tandasnya.
(dha/jor)











































