Panitia Bersama Pertemuan eks Aktivis 1998 ini pun langsung mendatangi kantor Kemenpora di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2014) malam. Mereka datang ingin bertemu dan berdialog guna mempertanyakan kenapa acara tersebut medadak tidak diizinkan.
Panitia sempat beradu fisik ketika, Roy Suryo keluar ruang kerjanya menuju mobil dinasnya yang dikawal sejumlah ajudannya. Namun keributan tidak berlangsung lama ketika pihak Humas Kemenpora menemui panitia dan mempersilakan acara tetap dilakukan besok.
"Sekarang sudah diizinkan. Kami sempat diberitahu ini dibatalkan. Padahal acaranya diskusi bukan aksi demo dan lain sebagainya. Makanya kita datang," kata Cai salah seorang eks aktivis 1998 yang menjadi pantia bersama itu kepada detikcom.
Padahal menurut Cai, guna acara tersebut pihaknya sudah mengantungi izin dari Surat Kepolisian, surat izin dari Kemenpora dan membayar sewa gedung pertemuan sebesar Rp 50 juta. "Teman-teman marah lah mendengar ini dibatalkan. Kita pertanyaan ini. Tadi sempat ribut, tapi akhirnya diizinkan kembali melalui Humas Kemenpora," terangnya.
Sementara itu Tommy eks aktivis mahasiswa 1998 lainnya membenarkan adanya kabar pembatalan acara, disebabkan adanya ketakutan acara akan rusuh dan berbau politik. "Tapi tadi kita sudah bicara sebentar dengan Pak Menteri. Lalu Pak Menteri menyerahkan ke Sekjen Kemenpora dan Humas, kita diperkenankan menyelenggarakan acara itu lagi," terangnya.
Rencananya, acara ini akan diikuti 2.000 eks aktivis mahasiswa 1998 dari berbagai elemen dan kota. โAcara akan dilakukan Selasa besok pukul 09.30 WIB di Wisma Karsa Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda No 3, Senayan, Jakarta. Para peserta diskusi nantinya akan mengenakan pakaian serba hitam, sementara mahasiswa diwajibkan mengenakan baju almamater masing-masing perguruan tinggi.
Dalam acara pertemuan berbagai acara kesenian musik, pemutaran film dokumenter. Sementara diskusi akan diikuti sejumlah pembicara, di antaranya Solahuddin Wahid (Gus Solah), Hendardi, Agum Gumelar (eks DKP), Yusron Hermawan Sulistiyo (eks TGPF) dan sejumlah eks aktivis pergerakan 1998.
(zal/jor)










































