Di depan ribuan pendukungnya, Jokowi sempat berorasi. Salam dua jari juga dia lempar ke pendukungnya yang antara lain sebagian besar relawan. Para relawan juga mendendangkan salam dua jari sambil melakukan flashmob.
"Flashmob salam dua jari merupakan cermin kegembiraan politik. Karena itulah cerminan mata hati. Bagi Jokowi, politik adalah pemberdayaan, bukan mobilisasi,β kata Jubir Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-JK, Poempida Hidayatullah, di Jakarta, Senin (23/6/2014).
Jokowi, dengan demikian mampu menggerakkan ribuan relawan karena kepribadian dan karakternya yang merakyat. Poempida mengajak, bagi mereka yang ingin mewujudkan pilpres sebagai kegembiraan politik, bergabunglah ke Jokowi. Termasuk dari Gerindra sekalipun.
βMereka bisa bergabung tanpa harus keluarkan dana mobilisasi hanya untuk menyenangkan pemimpinnya,β ujarnya.
Dihari yang sama, pasangan Prabowo-Hatta menggelar kampanye akbar di GBK. Namun yang cukup menarik dan menjadi perbincangan di media sosial soal massa Prabowo dan Jokowi.
Dalam Kampanye Prabowo bendera partai dan ormas mendominasi. Masing-masing partai mengibarkan panjinya, Prabowo memang didukung koalisi besar.
Sedang Jokowi dalam aksinya di Monas dan HI sama sekali minus bendera partai dan ormas. Hanya salam dua jari saja yang diacung-acungkan pendukungnya.
Di media sosial, twitter pemandangan kontras kampanye Prabowo dan Jokowi ini dibanding-bandingkan.
(mpr/aws)











































