Jubir Prabowo-Hatta: Pernyataan Jokowi Soal Laut Tiongkok Berbahaya

Jubir Prabowo-Hatta: Pernyataan Jokowi Soal Laut Tiongkok Berbahaya

- detikNews
Senin, 23 Jun 2014 22:27 WIB
Jubir Prabowo-Hatta: Pernyataan Jokowi Soal Laut Tiongkok Berbahaya
Jakarta - Timses Prabowo-Hatta menganggap pernyataan Joko Widodo bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan dalam masalah Laut Tiongkok Selatan adalah statement yang berbahaya. Masalah yang melibatkan sejumlah negara di Asia ini disebut bisa menjadi konflik baru di ASEAN.

"Soal respon Jokowi di mana Jokowi katakan Indonesia tidak punya kepentingan secara langsung ini statment berbahaya, karena Laut China masalah paling penting dan fundamental bagi negara, bukan hanya di Asia tapi seluruh Negara," ungkap jubir Timkamnas Prabowo-Hatta, Bara Hasibuan di Rumah Polonia, Jl Cipinang Cempedak, Jaktim, Senin (23/6/2014).

Bara menyebut bahwa ahli geopolitik di Amerika telah mengatakan permasalahan Laut Tiongkok Selatan ini bisa menjadi sumber konflik baru di Asia. Oleh karenanya menurut Bara, Indonesia memiliki kepentingan langsung.

"Jokowi katakan itu mungkin menilai Indonesia bukan klaimer karena tidak punya wilayah di Laut China karena di sana lebih dimiliki oleh China, Malaysia dan Berunei," kata Bara.

Meski begitu, menurut Bara jika negara-negara klaimer bereaksi hal tersebut dapat menimbulkan konflik di Laut Tiongkok Selatan dan Indonesia pun akan terkena dampak langsung.

"Tentu saja kalau terjadi instabilitas yang melibatkan negara di ASEAN tentu akan berdampak pada stabilitas Indonesia. Maka siapapun punya kewajiban harus berperan aktif untuk cari win-win solution di Laut Cina apalagi Indonesia negara terbesar di Asia Tenggara. Maka kita harus punya tanggung jawab leadership," papar Bara.

Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa Tiongkok beberapa bulan yang lalu mengklaim desk line yang mencakup wilayah dan sebagian ada di perairan Natuna. Hal tersebut dinilai dapat mengganggu stabilitas nasional.

"Kalau soal Natuna nanti mereka agresif dengan mengirimkan kapal perang nah ini kan akan menimbulkan ketegangan. Kepulauan kta itu sangat penting," tegasnya.

Politisi PAN ini juga menyebut bahwa Panglima TNI Jenderal Moeldoko pernah memberikan statement bahwa jika Laut Tiongkok Selatan tidak ditangani secara hati-hati ini bisa jadi konflik.

"Jangan sepelekan tantangan Laut Cina Selatan, siapapun Presidennya harus punya understanding. Presiden SBY sudah melakukan beberapa hal waktu Menlu Hasan Wirajuda sudah menandatangani non blok yang mempunya sikap klaim untuk masing-masing menahan diri. Jadi tidak betul Indonesia tidak punya kepentingan," lanjut Bara.
Menurutnya, Prabowo-Hatta telah memiliki strategi dalam menyikapi masalah Laut Tiongkok. Ada dua ultrack pendekatan yang akan dilakukan Prabowo-Hatta dalam menyikapin permasalahan Laut Tiongkok jika diberikan mandat untuk memimpin NKRI.

"Pertama landasan desa Natuna ini. Di ASEAN kita harus tingkatkan kepemimpinan kita tapi secara informal kita bisa tunjukkan ke ASEAN kita harus bersatu. Tiongkok sukses memecah persatuan dengan bisnis mereka. Dan kita harus melakukan usaha baru untuk menyatukan persepsi," tutupnya.
(ear/aws)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads