Dukung Jokowi-JK, Ruhut Tak Takut Ancaman

Dukung Jokowi-JK, Ruhut Tak Takut Ancaman

- detikNews
Senin, 23 Jun 2014 22:15 WIB
Dukung Jokowi-JK, Ruhut Tak Takut Ancaman
Jakarta - Juru Bicara Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul menyatakan diri mendukung pasangan capres dan cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Ruhut mengaku dirinya sudah bulat hati untuk mendukung Jokowi-JK, meski mendapat tentangan dari Ketua Fraksi PD Ida Nurhayati Ali Assegaf.

"Saya dengar ada ancaman-ancaman dari Nurhayati. Mungkin dia lupa saya ketua FKPPI, anak TNI, saya ini Ketua Pemuda Pancasila. Organisasi dua ini saya geluti di atas 20 tahun. Saya senior, jadi nggak usah lah ngancam-ngancam aku," kata Ruhut saat deklarasi dukungan unutk Jokowi-JK di Restoran Horapa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2014).

Ruhut mengaku, salah satu penyebab dirinya mendukung Jokowi-JK yaitu tagline kampanye yang digunakan pasangan ini, 'Indonesia Hebat'. Tagline itu dianggap menghargai pemerintahan selama ini yang telah banyak berbuat.

"Saya idolakan Bung Karno. Dia selalu mengatakan, Jas Merah, 'jangan sekali-kali melupakan sejarah'. Inilah yang saya lihat tagline Pak Jokowi dan JK: Indonesia Hebat. Pak Jokowi dan JK saya lihat sangat rendah hati. Sedangkan di kubu seberang mengatakan, Indonesia Bangkit, emangnya selama ini Indonesia tidur?" katanya.

Sebelumnya Nurhayati menyatakan lebih baik Ruhut mundur. Nurhayati menegaskan dukungan ke Jokowi-JK menyalahi kesepakatan Rapimnas PD.

"Sebetulnya lebih gentleman Ruhut untuk mundur. Itu akan lebih baik dan terpuji," kata Nurhayati.

Sebenarnya Rapimnas PD juga tak mengarahkan dukungan ke Prabowo atau Jokowi. Saat Nurhayati mendeklarasikan dukungan ke Prabowo-Hatta pun Ruhut tak memprotes lantaran Ketum PD SBY memang menegaskan PD netral dan tak mengarahkan ke mana elite PD harus merapat.

Namun jajaran Waketum PD panas saat Ruhut menyebut direstui SBY untuk merapat ke Jokowi-JK. "Kami meminta kepada Saudara Ruhut untuk tidak mengatasnamakan apalagi membawa-bawa nama Ketum SBY dalam memberikan dukungan ke capres lain, karena ini tidak sesuai garis keputusan Rapimnas," tutur Nurhayati.

(jor/aws)


Berita Terkait