Salah satunya 'menggarap' basis massa mengambang dan pemilih yang masih mendukung duet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Tim pemenangan Prabowo-Hatta telah memetakan kekuatan. Misalnya pendukung Prabowo merupakan masyarakat perkotaan dan berpendidikan.
Sementara dukungan untuk Jokowi-JK banyak berasal dari masyarakat pedesaan terpencil yang memiliki keterbatasan dalam hal akses informasi. "Jadi kasarnya yang sudah terdidik yang sudah punya informasi dan pengetahuan banyak cenderung ke nomor satu, dan yang di pedesaan atau yang berkomunikasi umum cenderung ke nomor 2,"kata Anggota Dewan Pakar Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fuad Bawazier di rumah Polonia, Jakarta Timur, Senin (23/6/2014).
Dua fakta itulah yang menurut Fuad bakal dibahas oleh tim pemenangan. Masyarakat di pedesaan dan terpencil akan 'digarap' secara serius. Mantan politisi Partai Hanura ini pun optimistis elektabilitas Prabowo akan terus meningkat.
Fuad tak merasa khawatir meski dari sepuluh lembaga survei hanya dua yang menempatkan Prabowo-Hatta sebagai pemenang. Dia pun kemudian mencontohkan kasus pemilihan kepala daerah Jakarta.
Saat itu sejumlah lembaga survei mengunggulkan pasangan Fuazi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli. Namun faktanya di hari pemungutan suara, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yang unggul.
"Padahal waktu itu lembaga surveinya ngetop-ngetop juga waktu itu," kata Fuad.
(erd/van)











































