"Saya rasa itu alasan anak kecil sekali, karena waktu itu sedang sakit hati, kemudian itu didukung PDIP (maka sekarang mendukung Jokowi)," tutur Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2014).
Merespon alasan Ruhut merapat ke Jokowi lantaran slogan 'Indonesia Hebat' Jokowi-JK lebih menghargai pemerintahan SBY daripada slogan 'Indonesia Bangkit' milik Prabowo-Hatta, Max Sopacua menyatakan alasan ini kurang bisa dicerna.
"Tagline Indoensia hebat dan Indonesia bangkit, itu sesuatu yang diawang-awang yang tidak bisa kita cerna sekarang. Persoalannya, anda berada di perahu mana? Anda di line of authority siapa? Anda mau dalam garis partai atau keluar dari garis partai?" tutur Max.
Senada dengan Max, Ketua Fraksi Demokrat di DPR Nurhayati Ali Assegaf juga tidak bisa menerima alasan Ruhut yang menyebut PDIP pernah mendukungnya menjadi Ketua Komisi III. Menurut Nurhayati, dirinya sebagai Ketua Fraksi juga memperjuangkan nasib Ruhut di DPR.
"Saya kasih kesempatan Pak Ruhut menjadi Kapoksi (Ketua Kelompok Fraksi) di Komisi III sampai dengan detik ini. Kalau dikatakan fraksi tidak memperjuangkan, itu sama sekali tidak benar," kata Nurhayati.
(dnu/imk)











































