"Melihat debat semalam, Jokowi sosok tegas. Dia mengatakan Palestina harus merdeka dan jadi komunitas dunia internasional. Dia menunjukkan berani berhadapan dengan Israel, Amerika, dan beberapa negara Eropa," terang Pendiri Lingkar Madani (LIMA) ini. Baginya, pernyataan itu cukup membuktikan bahwa Jokowi bukanlah antek asing seperti yang dikabarkan selama ini.
"Kedua, ia menjawab anggapan bahwa ia tidak pro pada umat Islam. Kata siapa? Justru itu isu yang akan ia perjuangkan," tutur pria asal Sumatera ini. Menurutnya, ketegasan Jokowi dalam mendukung kemerdekaan Palestina merupakan salah satu bentuk dukungan pada sesama umat Islam.
Rekam jejak Jokowi saat menjadi Walikota Solo dan Gubernur Jakarta juga menambah berderet alasan Ray menganggap capres bernomor urut dua ini tegas. "Ingat dulu ketika Eropa mau membantu Jakarta. Jokowi menolak karena justru bantuan itu bikin Jakarta berutang banyak," tutur Ray.
Sementara itu, Ray menilai Prabowo terlalu mudah mengiyakan tuntutan yang dilontarkan kepadanya. "Misalnya, mengiyakan sepuluh tuntutan buruh, mengiyakan permintaan subsidi dari masyarakat koperasi, mengiyakan permintaan petani. Sedangkan Jokowi menolak memenuhi sepuluh permintaan buruh," jelasnya. Namun, Ray mengamini bahwa Jokowi memang tidak menjawab semua pertanyaan dalam debat capres dengan memuaskan. "Jangan lihat apakah ia menguasai seluruh debat, jelas tidak," pungkasnya.
(trq/trq)











































