SBY Netral, Mengapa Ruhut 'Diusir' dari PD Karena Dukung Jokowi?

SBY Netral, Mengapa Ruhut 'Diusir' dari PD Karena Dukung Jokowi?

- detikNews
Senin, 23 Jun 2014 15:46 WIB
SBY Netral, Mengapa Ruhut Diusir dari PD Karena Dukung Jokowi?
Jakarta - Dukungan jubir Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dikecam oleh Ketua Fraksi PD Nurhayati Ali Assegaf. Nurhayati yang sudah mendeklarasikan dukungan ke Prabowo-Hatta bahkan terkesan mengusir Ruhut dari PD secara halus.

Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan bahwa PD mengambil sikap netral di Pilpres 2014 ini. Dalam Rapimnas PD yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (18/5) lalu, SBY menegaskan bahwa PD tidak memihak.

"Rapimnas berpendapat lebih mulia dan terhormat bagi PD untuk bersikap mandiri serta tak perlu meminta-minta dari pihak manapun untuk sebuah kekuasaan," kata SBY saat membacakan hasil Rapimnas.

SBY mempersilakan para capres dan partai pengusungnya untuk berkompetisi secara sehat dan mencerdaskan rakyat.

"Dan serahkanlah pada rakyat untuk memilih yang dinilai paling tepat menjadi presiden," ujar SBY.

Sikap Nurhayati ini tentu menjadi pertanyaan karena ia dan 115 anggota Fraksi PD lainnya telah lebih dahulu mendeklarasikan dukungan pada Prabowo-Hatta. Dukungan disampaikan di Ballroom Crown Hotel, Jl Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (16/6) dan diterima langsung oleh Prabowo.

"Walau pun Pak SBY menyatakan bahwa Partai Demokrat netral tapi bukan berarti kader Demokrat tidak boleh memilih. Deklarasi dukungan ini tidak malu-malu kucing kok, kita terang-terangan," ujar Waketum PD ini.

Pilihan politik Ruhut yang mendukung Jokowi-JK justru berujung pada saran mundur dari partai berlambang bintang mercy itu. Alasannya, dalam Rapimnnas dinyatakan Nurhayati tak ada yang menyatakan dukungan ke Jokowi. Yang ada, sebanyak 56 persen meminta Demokrat tetap netral.

"Sebetulnya lebih gentleman Ruhut untuk mundur. Itu akan lebih baik dan terpuji," kata Nurhayati di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2014).

Jadi, apa dasar Nurhayati 'mengusir' Ruhut dari PD?

(imk/van)


Berita Terkait