Peneliti Walhi Institute Abdul Wahib Situmorang menegaskan presiden mendatang harus punya kepedulian yang tinggi karena lingkungan hidup saat ini statusnya sudah "bahaya".
"Bahaya pencemaran dan kerusakannya, baik itu air, tanah, udara, dan iklim," kata Abdul dalam jumpa pers rilis hasil survei Walhi mengenai Status Lingkungan Hidup di Indonesia di Mata Publik di kantor Walhi Jakarta, Senin (23/6).
Abdul menilai kapasitas penyelenggara negara masih sangat rendah dalam menjerat pelaku pencemaran dan perusak lingkungan hidup. "Lingkungan hidup yang buruk itu juga tak lepas dari kepemimpinan daerah hingga tingkat pusat yang tidak kuat dalam mendorong isu lingkungan hidup," ujarnya.
Walhi menekankan kembali, negara harus memiliki aparat hukum yang berani menyeret pelaku perusakan lingkungan dan menghukumnya dengan berat agar ada efek jera.
"Presiden nantinya harus memilih kepala BLH yang mampu menangani isu lingkungan hidup," kata Abdul menegaskan.
(brn/brn)











































