Dukung Jokowi, Lagi-lagi Ruhut Hadapi 'Ibu Cantik Jelita'

Dukung Jokowi, Lagi-lagi Ruhut Hadapi 'Ibu Cantik Jelita'

- detikNews
Senin, 23 Jun 2014 15:40 WIB
Dukung Jokowi, Lagi-lagi Ruhut Hadapi Ibu Cantik Jelita
Ruhut dan Nurhayati
Jakarta - Jubir PD Ruhut Sitompul pernah terlibat kisruh dengan Ketua Fraksi PD Nurhayati Alie Assegaf. Kini saat Ruhut menyatakan dukungan ke Jokowi-JK, Ruhut lagi-lagi harus berhadapan dengan 'Ibu Cantik Jelita' yang berada di barisan pendukung Prabowo-Hatta.

Nurhayati telah mengkoordinir jajaran anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) untuk mendukung Prabowo-Hatta pada 16 Juni 2014 lalu di Hotel Crowne Plaza. Kala itu Ruhut tidak sepakat dengan arah politik Waketum PD itu lantaran Ketum PD SBY telah menegaskan sikap netral.

Namun saat itu Ruhut tak mengecam langkah Nurhayati yang mengarahkan dukungan ke Prabowo-Hatta. Namun kini saat Ruhut mengarahkan dukungan ke Jokowi-JK, Ruhut diancam diberi tindakan, bahkan diminta dengan gentle mundur dari PD.

"Sebetulnya lebih gentleman Ruhut untuk mundur. Itu akan lebih baik dan terpuji," kata Wakil Ketua Umum Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2014).

Ini untuk kesekian kali Ruhut menghadapi kekuatan politik Nurhayati. Ruhut pernah mendapat peringatan keras dari Nurhayati gara-gara terus meminta Anas Urbaningrum yang kala itu masih menjadi Ketua Umum PD untuk mundur. Diingatkan Nurhayati, Ruhut kala itu malah menantang.

"Memang siapa dia, bisa kasih peringatan sama aku, dia juga masuk PD di tengah jalan sama sepertiku. Jadi nggak usah sok jago, kalau jagoan bikin saya direcall dari DPR," tantang Ruhut, 23 Juni 2012 lalu.

Tak hanya menantang, Ruhut bahkan mengungkit bahwa Ketua Fraksi yang kala itu belum jadi Waketum PD itu tak akan mampu mengangkat citra PD. Ruhut bahkan menyebut Nurhayati dengan sebutan tak semestinya.

"Siapa pun itu, Anas, Ruhut, Saan, Nenek Lampir itu tak bisa menaikkan polling Demokrat. Hanya tokoh SBY yang bisa membesarkan partai," kata Ruhut dalam dialektika 'Saling Sandera Parpol' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2012) lalu.

Namun perseteruan Ruhut dan Nurhayati mulai mendingin seiring waktu. Ruhut pun menyebut Nurhayati sebagai 'ibu cantik jelita' saat dirinya diusulkan menjadi Ketua Komisi III DPR. Meskipun akhirnya Ruhut ditolak jadi Ketua Komisi III DPR.

Lalu apa ujung perseteruan Ruhut vs 'Ibu Cantik Jelita' soal pilihan politik ke Prabowo dan Jokowi ini?


(van/nrl)


Berita Terkait