Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Senin (23/6/2014).
Sutopo menjelaskan, adanya indikator suhu muka laut di Pasifik menunjukkan fenomena yang sama dengan kejadian El Nino tahun 1997. Dampak yang ditimbulkan untuk wilayah Indonesia adalah kemarau panjang dan kering.
Belajar dari sebelumnya, dampak El Nino tahun 1997 di Indonesia sangat besar. Terjadi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang luas, krisis pangan, dan krisis energi serta makin memicu krisis ekonomi dan politik.
"Daerah hutan dan lahan gambut yang terbakar saat itu 2,12 juta ha dengan emisi karbon 0,81 β 2,57 PgC (kali 10 pangkat 15 gram Carbon) atau setara 13-40% emisi kebakaran hutan dunia. Dampak yang luar biasa menyumbangkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer," kata Sutopo.
Untuk mengantisipasi Karhutla, BNPB bersama kementerian/lembaga dan BPBD telah melakukan antisipasinya, khususnya di 9 prov yaitu Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, dan Kaltara.
Bupati, wali kota dan gubernur tetap sebagai penanggung jawab. Kepala BNPB, Syamsul Maarif, terus memimpin koordinasi potensi nasional untuk pendampingan kepada pemda.
"BNPB menyiapkan dana siap pakai Rp 355 miliar antisipasi Karhutla tersebut. Saat ini 3 helicopter yaitu Bolco, Kamov dan Sikorsky telah ditempatkan di Riau untuk pemadaman api dan asap," kata Sutopo.
Sutopo menjelaskan, modifikasi cuaca dengan pesawat Casa dan Hercules juga masih beroperasi di Riau. Sedang helicopter MI-8 telah ditempatkan di Palembang dan Palangkaraya.
"Sekitar 2.500 personil TNI dan Polri siap dimobilisasi jika diperlukan. Beberapa SOP dan peraturan telah disusun oleh kementerian/lembaga sebagai dasar pelaksanaan," paparnya.
Saat ini sudah terpantau hotspot di Riau sebanyak 236 titik yaitu di Bengkalis 46, Kampar 17, Kuansi 10, Dumai 29, Pelalawan 19, Rokan Hilir 97, Rokan Hulu 11, dan Siak 7.
"Antipasi dan pemadaman api harus terus dilakukan secara total jika tidak ingin bencana tahun 1997 terulang kembali," tutupnya.
(cha/mok)











































