Kini Mendukung, Ini 4 Serangan Tajam Ruhut ke Jokowi

Kini Mendukung, Ini 4 Serangan Tajam Ruhut ke Jokowi

- detikNews
Senin, 23 Jun 2014 12:26 WIB
Kini Mendukung, Ini 4 Serangan Tajam Ruhut ke Jokowi
Jakarta - Jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan dukungan ke Jokowi-JK di Pilpres 2014 mendatang. Meski dulu sering menyerang Jokowi, Ruhut tak ragu lagi merapat ke capres nomor urut dua itu.

"Ini adalah kata hati Ruhut Poltak Sitompul mendukung Jokowi-JK," kata Ruhut saat dihubungi detikcom, Senin (23/6/2014).

Ruhut menyampaikan dukungan ke Jokowi seolah-olah tak pernah menolak pencapresan Jokowi. Namun hal ini tak mengherankan lantaran Ruhut memang pernah bicara dalam politik segala sesuatu bisa terjadi.

Memang di dalam politik tidak ada musuh atau kawan yang abadi, hanya kepentingan yang abadi. Berikut beberapa serangan tajam Ruhut ke Jokowi selama ini.

Jangan Mimpi Jadi Presiden!

Jauh hari sebelum Jokowi ditetapkan sebagai capres PDIP, Ruhut menyerang Gubernur DKI Jakarta itu cukup kencang. Ruhut bilang, Jokowi yang memuncaki survei capres tersebut jangan pernah mimpi jadi RI 1.

"Jokowi belajar dululah ngurus Jakarta, nggak usah mimpi jadi presiden," kata Ruhut saat berbincang dengan wartawan, Selasa (22/10/2013).

Tim sukses pencapresan Pramono Edhie Wibowo di konvensi capres PD ini menilai PDIP belum tentu mencapreskan Jokowi. Meski sinyal pencapresan Jokowi di internal PDIP semakin kuat.

"Apalagi partai yang mengusung dia juga belum tentu mencalonkan dia," kata anggota Komisi III DPR ini.

Jangan Mimpi Jadi Presiden!

Jauh hari sebelum Jokowi ditetapkan sebagai capres PDIP, Ruhut menyerang Gubernur DKI Jakarta itu cukup kencang. Ruhut bilang, Jokowi yang memuncaki survei capres tersebut jangan pernah mimpi jadi RI 1.

"Jokowi belajar dululah ngurus Jakarta, nggak usah mimpi jadi presiden," kata Ruhut saat berbincang dengan wartawan, Selasa (22/10/2013).

Tim sukses pencapresan Pramono Edhie Wibowo di konvensi capres PD ini menilai PDIP belum tentu mencapreskan Jokowi. Meski sinyal pencapresan Jokowi di internal PDIP semakin kuat.

"Apalagi partai yang mengusung dia juga belum tentu mencalonkan dia," kata anggota Komisi III DPR ini.

Jokowi Cuma Ngekos di PDIP!

Memasuki akhir tahun 2014, Ruhut Sitompul kembali bersuara miring soal wacana pencapresan Jokowi. Ruhut yakin Jokowi tak akan dicapreskan oleh PDIP.

"Jokowi itu nggak punya partai. Dia anak kos-kosan di PDIP. Dia bisa hebat karena PDIP," kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/12/2013).

Ruhut mengamini sinar Jokowi saat ini memang tak jauh berbeda dengan SBY menjelang Pemilu 2004. Bedanya, saat itu SBY memiliki kendaraan politik Partai Demokrat yang didirikannya.

"Kalau Jokowi itu nggak punya partai, bos," ujarnya.

Ruhut kala itu masih yakin pada akhirnya PDIP akan mencapreskan Megawati. Anggota Komisi III ini menilai ambisi Mega untuk jadi capres masih besar.

"Mega lagi yang akan maju. Tapi siapa pun lawannya, tetap Pramono Edhie. Rakyat sekarang rindu dengan tentara," tuturnya.

Jokowi Cuma Ngekos di PDIP!

Memasuki akhir tahun 2014, Ruhut Sitompul kembali bersuara miring soal wacana pencapresan Jokowi. Ruhut yakin Jokowi tak akan dicapreskan oleh PDIP.

"Jokowi itu nggak punya partai. Dia anak kos-kosan di PDIP. Dia bisa hebat karena PDIP," kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/12/2013).

Ruhut mengamini sinar Jokowi saat ini memang tak jauh berbeda dengan SBY menjelang Pemilu 2004. Bedanya, saat itu SBY memiliki kendaraan politik Partai Demokrat yang didirikannya.

"Kalau Jokowi itu nggak punya partai, bos," ujarnya.

Ruhut kala itu masih yakin pada akhirnya PDIP akan mencapreskan Megawati. Anggota Komisi III ini menilai ambisi Mega untuk jadi capres masih besar.

"Mega lagi yang akan maju. Tapi siapa pun lawannya, tetap Pramono Edhie. Rakyat sekarang rindu dengan tentara," tuturnya.

Anggap Jokowi Gagal

Elektabilitas Gubernur DKI Jokowi berada di puncak survei capres. Namun politikus PD Ruhut Sitompul tak yakin Jokowi bakal jadi presiden RI selanjutnya.

"Ingat rekam jejak, elektabilitas Jokowi boleh tinggi tetapi nanti kita cerita rekam jejak dia di Solo bagaimana. Banjir dan macet dia salahkan orang lain. Bagaimana (kasus) bus seken dan berkarat diserahkan ke KPK (Kejaksaan-red)," kata Ruhut di acara pemaparan survei PolcoMM di Cheese Cake Factory, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/3/2014).

Menurut Ruhut hasil survei belum tentu mencerminkan suara di Pilpres. "Sampai saat ini masih swing voter, hasilnya akan keluar nanti di minggu tenang," terang Ruhut.

Ruhut malah prihatin dengan tingginya elektabilitas Jokowi. Menurutnya hidup harus berproses naik perlahan-lahan. "Kawan-kawan hidup ini seperti anak tangga. Bagaimana jadinya kalau Indonesia ini dipimpin wali kota atau gubernur," ujar Ruhut menyindir Jokowi.

Dia yakin masyarakat bakal menagih janji Jokowi. Terutama soal menyelesaikan tugas 5 tahun di DKI.

"Contoh di Jakarta Jokowi bikin janji waktu Pilgub kemarin. Janji itu kemakan rakyat, sekarang sudah menang pening kepala dia, apa yang sudah dibikin betul nggak ramalan saya, sekarang polling Jokowi lagi turun," pungkasnya.

Anggap Jokowi Gagal

Elektabilitas Gubernur DKI Jokowi berada di puncak survei capres. Namun politikus PD Ruhut Sitompul tak yakin Jokowi bakal jadi presiden RI selanjutnya.

"Ingat rekam jejak, elektabilitas Jokowi boleh tinggi tetapi nanti kita cerita rekam jejak dia di Solo bagaimana. Banjir dan macet dia salahkan orang lain. Bagaimana (kasus) bus seken dan berkarat diserahkan ke KPK (Kejaksaan-red)," kata Ruhut di acara pemaparan survei PolcoMM di Cheese Cake Factory, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/3/2014).

Menurut Ruhut hasil survei belum tentu mencerminkan suara di Pilpres. "Sampai saat ini masih swing voter, hasilnya akan keluar nanti di minggu tenang," terang Ruhut.

Ruhut malah prihatin dengan tingginya elektabilitas Jokowi. Menurutnya hidup harus berproses naik perlahan-lahan. "Kawan-kawan hidup ini seperti anak tangga. Bagaimana jadinya kalau Indonesia ini dipimpin wali kota atau gubernur," ujar Ruhut menyindir Jokowi.

Dia yakin masyarakat bakal menagih janji Jokowi. Terutama soal menyelesaikan tugas 5 tahun di DKI.

"Contoh di Jakarta Jokowi bikin janji waktu Pilgub kemarin. Janji itu kemakan rakyat, sekarang sudah menang pening kepala dia, apa yang sudah dibikin betul nggak ramalan saya, sekarang polling Jokowi lagi turun," pungkasnya.

Jokowi Seperti Sapi Ditusuk Hidungnya

Politikus Demokrat Ruhut Sitompul mengkritik tajam kepergian Gubernur DKI Jokowi ke Blitar, Jawa Timur, untuk menemani Megawati Soekarnoputri ziarah ke makam Soekarno. Ruhut menilai Jokowi bak sapi yang ditusuk hidungnya.

"Apa yang dikatakan orang, Jokowi menari di atas gendang Megawati, terlihat terang-benderang. Kelihatannya Jokowi ini seperti sapi yang ditusuk hidungnya," ujar Ruhut di posko pemenangan bakal capres dari Partai Demokrat, Pramono Edhie, di Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2014).

Ruhut mengatakan, pemimpin seperti Jokowi harus tegas. Jokowi yang berpredikat Gubernur DKI tidak pantas pergi untuk urusan selain mengurus Jakarta. "Ditarik ke kanan ke kanan. Pemimpin itu harusnya punya warna dan tegas," ucapnya sambil menghisap cerutunya.

Karena itu, anggota Komisi III DPR itu menyebut Jokowi tidak pantas menjadi capres. Sikap Jokowi bisa saja terbawa-bawa saat menjadi presiden.

"Jadi melihat kejadian kemarin, terlihat bahwa seorang Jokowi tidak pantas menjadi capres. Apalagi kalau dia menjadi presiden, presiden itu harus taat aturan. Apakah Jokowi lupa kalau dia gubernur dan ada aturan. Kehadiran dia di Blitar kenyataannya melanggar semua, kaitannya sebagai jabatan dia sebagai gubernur Jakarta," tutur pria yang mendapat julukan Si Poltak dalam sinetron Gerhana ini.

Jokowi Seperti Sapi Ditusuk Hidungnya

Politikus Demokrat Ruhut Sitompul mengkritik tajam kepergian Gubernur DKI Jokowi ke Blitar, Jawa Timur, untuk menemani Megawati Soekarnoputri ziarah ke makam Soekarno. Ruhut menilai Jokowi bak sapi yang ditusuk hidungnya.

"Apa yang dikatakan orang, Jokowi menari di atas gendang Megawati, terlihat terang-benderang. Kelihatannya Jokowi ini seperti sapi yang ditusuk hidungnya," ujar Ruhut di posko pemenangan bakal capres dari Partai Demokrat, Pramono Edhie, di Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2014).

Ruhut mengatakan, pemimpin seperti Jokowi harus tegas. Jokowi yang berpredikat Gubernur DKI tidak pantas pergi untuk urusan selain mengurus Jakarta. "Ditarik ke kanan ke kanan. Pemimpin itu harusnya punya warna dan tegas," ucapnya sambil menghisap cerutunya.

Karena itu, anggota Komisi III DPR itu menyebut Jokowi tidak pantas menjadi capres. Sikap Jokowi bisa saja terbawa-bawa saat menjadi presiden.

"Jadi melihat kejadian kemarin, terlihat bahwa seorang Jokowi tidak pantas menjadi capres. Apalagi kalau dia menjadi presiden, presiden itu harus taat aturan. Apakah Jokowi lupa kalau dia gubernur dan ada aturan. Kehadiran dia di Blitar kenyataannya melanggar semua, kaitannya sebagai jabatan dia sebagai gubernur Jakarta," tutur pria yang mendapat julukan Si Poltak dalam sinetron Gerhana ini.
Halaman 2 dari 10
(van/nrl)


Berita Terkait