"Sudah jelas kalau di internal lebih unggul dan kita paling konsisten untuk tidak pernah lakukan black campaign. Selama ini ada 2 sampai 5 persen, kita lebih dari Jokowi," situasi negara," ujar Idrus usai bertemu terdakwa perkara suap Pilkada Lebak, Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/6/2014).
Klaim keunggulan Prabowo atas Jokowi sebelumnya juga disampaikan Waketum Gerindra Fadli Zon. Dia mendasarkan klaimnya pada hasil survei LSN yang menunjukkan pasangan Jokowi-JK berada di bawah Prabowo-Hatta dengan selisih 7,5 persen suara responden.
Sementara itu hasil survei yang digelar Litbang Kompas menunjukkan hal sebaliknya. Jokowi-JK yang diusung PDI Perjuangan, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI masih unggul dengan selisih 7 persen dari pasangan nomor urut 1.
Jokowi-JK memiliki elektabilitas 42,3 persen sedangkan Prabowo-Hatta tingkat keterpilihannya sebesar 35,3 persen. Survei dilakukan dengan mewawancarai 1.950 responden pada 1-15 Juni 2014 dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan sampling eror diperkirakan 2,2 persen.
(fdn/van)











































