Ratusan massa ini tergabung dalam Komite Rakyat Pemenangan Jokowi-JK (KPRJ), yang mendeklarasikan dan mengukuhkan Tenaga Penggerak KRPJ di Jalan Bahagia, RT 006/RW 007, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (22/6/2014) pukul 15.30 WIB.
“Kami yakin, kebijakan yang akan diterapkan oleh Jokowi ketika terpilih akan membawa perubahan bagi rakyat miskin.” ujar Juru Bicara Kolektif Nasional KRPJ, Andike Susanto, di sela-sela acara tersebut kepada sejumlah wartawan.
Menurut Andike, Program Aksi Jokowi-JK lebih konkret ketimbang calon lainnya. Dalam dokumen visi misinya jelas dinyatakan bahwa Jokowi akan menerapkan program pendidikan gratis hingga 12 tahun, kemudian akan mendorong Land Reform dan kepemilikan tanah seluas 9 juta hektar; melakukan bedah rumah dan membangun rumah susun murah yang disubsidi dan memberikan jaminan sosiali bagi seluruh rakyat.
“Calon Presiden yang memiliki program-program pro rakyat seperti Jokowi-JK harus didukung dan dikawal oleh rakyat,” tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Andike, KRPJ memutuskan untuk memberi dukungan penuh kepada pasangan Jokowi-JK. Dalam hal cara meraih dukungan massa pemilih, KRPJ akan menekankan pendidikan politik sadar Program.
Lebih Jauh, Andike menyatakan, momentum Pilpres 2014 ini harus dijadikan sebagai ajang untuk memperjuangkan hak-hak rakyat miskin Indonesia yang selama ini selalu diabaikan. Oleh karena itu, penggalangan massa yang akan diadakan oleh KRPJ haruslah bersifat memberikan pemahaman dan pendidikan tentang memilih berdasarkan keyakinan program.
Andike menerangkan, KRPJ sendiri sudah banyak membentuk kepengurusan di sejumlah daerah. Di antaranya, di 19 Kelurahan di Jakarta dan 22 Kota Kabupaten di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, NTT, NTB, dan Sulawesi Tenggara.
Pekan depan, KRPJ akan menerbitkan 200.000 selebaran informasi penjelasan 9 Agenda Mendesak dan Berdikari Dalam Bidang Ekonomi, sebagaimana menjadi Visi Misi Program Aksi Jokowi-JK.
(zal/trq)











































