Emosi Tanggapi Keterangan Wiranto Soal DKP Malah Rugikan Prabowo

Emosi Tanggapi Keterangan Wiranto Soal DKP Malah Rugikan Prabowo

- detikNews
Minggu, 22 Jun 2014 16:36 WIB
Emosi Tanggapi Keterangan Wiranto Soal DKP Malah Rugikan Prabowo
Wiranto
Jakarta - Mayjen (Purn) Saurip Kadi menyesalkan pernyataan sejumlah purnawirawan Kopassus TNI AD yang tersulut emosinya pasca keterangan Wiranto mengenai DKP ABRI terkait pemecatan Prabowo Subianto.

Saurip Kadi menilai, tindakan demikian akan sangat merugikan capres Prabowo Subianto. Seharusnya, para purnawirawan itu mengetahui hukum.

"Bisa jadi itu upaya menggembosi Pak Prabowo itu sendiri. Karena rakyat itu cerdas. Jangan sekarang mau ancam mengancam sampai mencari-cari. Itu omongan saya percaya tidak berdasar akal sehat, mungkin salah mengerti dan mendengar, dan salah persepsi atas pernyataan Pak Wiranto," kata Saurip Kadi di Jakarta, Minggu (22/6/2014).

Menurutnya pernyataan Wiranto terkait kasus penculikan aktivis tahun 1998 merupakan fakta bukan opini. Dia menilai saat itu Wiranto justru sangat bijak dengan mendorong Prabowo hanya diberhentikan, tak menggunakan kata 'pemecatan'.

Sebab, menurutnya, Wiranto saat itu sadar sedang membawa menantu Soeharto ke DKP ABRI dan kemudian memberhentikannya dari dinas aktif. Padahal, sebenarnya dengan gradasi kesalahan Prabowo itu, sudah wajar bila diberhentikan tidak hormat.

"Maka sebaiknya menggunakan bahasa santun 'diberhentikan dengan hormat'," imbuhnya.

"Saya yakin Pak Wiranto akan mengabaikan dan tidak peduli dengan ancaman itu. Bagi saya, itu bukan ancaman tapi letupan yang tidak berpikir panjang."

Karena itu juga Saurip mengaku akan segera mengontak Prabowo, yang disebutnya sebagai sahabat itu, agar cara-cara yang ditempuh timnya dipikir lebih dalam agar tidak merugikan.

"Rakyat tidak peduli. Kalau yakin membawa Indonesia keluar dari kesulitan, Pak Prabowo harusnya tidak terpengaruh. Apa yang harus ditakuti? Begitu juga Pak Jokowi disebut ndeso, kalau rakyat yakin dia bisa menyelamatkan negara, kita mau apa? Tak usah dengan cara-cara seperti black campaign," jelasnya.

Dia melanjutkan lebih baik semua pihak saat ini berbicara sesuai fakta dan data tentang masa lampau. Namun selesai pemilu, maka semuanya kembali menjadi teman.

"Masa karena beda pilihan, ketika ketemu langsung jadi kayak musuh," imbuh Saurip.

Diberitakan sebelumnya, pernyataan Wiranto soal surat rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) ABRI menyulut emosi mantan prajurit Kopassus. Sebab, kalimat yang disampaikan Wiranto dianggap sebagai penyulut api yang mengadu domba prajurit di akar rumput.

Juru bicara Purnawirawan Kopassus Kolonel (Purn) TNI Ruby menjelaskan 20 pasukan elite Kopassus yang bersamanya saat ini bergerak tanpa terkait dukung mendukung dalam Pilpres 2014. Menurutnya, kalimat Wiranto yang menyebut oknum para jenderal membuat panas semua prajurit.

"Kami datang bukan untuk orasi atau mendukung salah satu capres dalam Pilpres 2014. Kami tersinggung dengan pernyataan Wiranto yang menyebut oknum para Jenderal. Kalimat itu tidak tegas dan hanya menjadi ajang adu domba. Kami di akar rumput mulai panas. Ingin seolah-olah kita berperang lagi," tegasnya, Sabtu (21/6).



(mpr/fdn)


Berita Terkait