"Gagasan Pak Joko Widodo dan Pak Jusuf Kalla, dalam jangka pendek dan menengah, prioritas ke depan adalah untuk memperkuat institusi TNI, Polri, dan PNS, serta BUMN dan BUMD strategis untuk mendukung penguatan alutsista TNI-Polri demi menjaga pertahanan negara yang berdaulat dan keamanan, ketertiban nasional," kata Tjahjo dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (22/6/2014).
Selanjutnya adalah peningkatan kesejahteraan personel TNI, Polri dan PNS terkait, termasuk para pensiunan, yang akan menjadi kesatuan yang akan diperhatikan.
Tjahjo mengatakan Jokowi-JK melihat ketiga elemen itu sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang kuat dan solid untuk memacu kinerja. Ujungnya, peran dan kinerja elemen-elemen itu akan memaksimalkan kesejahteraan masyarakat luas, termasuk organisasi profesi lainnya seperti dokter, bidan, perawat, guru, petani, nelayan, dan buruh.
"Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan nasional. Mereka semua adalah ujung tombak negara dan bangsa Indonesia yang berdaulat," ujarnya.
Di sisi lain, pemerintahan ke depan juga akan konsisten membangun perencanaan infrastruktur yang komprehensif serta terintegrasi guna memperkuat wilayah perbatasan. Sekaligus juga akan ada usaha-usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan perbatasan sebagai bagian dari prinsip "kekuatan TNI bersama Rakyat.
"Ini akan menjadi kata kunci pertahanan nasional. Sebab TNI lahir dari rakyat," imbuh Tjahjo.
(trq/fdn)











































