Mengais Rezeki di Kubu Prabowo-Hatta, Lima Hari Dapat Laba Rp 3 Juta

Mengais Rezeki di Kubu Prabowo-Hatta, Lima Hari Dapat Laba Rp 3 Juta

- detikNews
Minggu, 22 Jun 2014 15:53 WIB
Mengais Rezeki di Kubu Prabowo-Hatta, Lima Hari Dapat Laba Rp 3 Juta
Jakarta - Masa pemilihan umum presiden (pilpres) ternyata jadi ladang rezeki tersendiri buat sebagian orang. Mendadak, penjual barang dengan atribut calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) berjamuran. Apalagi, di saat acara kampanye, seperti Kampanye Akbar Prabowo-Hatta yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (22/6).

Memang, momen pilpres tidak bisa dilewatkan begitu saja oleh para pencari nafkah. Setidaknya itu yang dirasakan Alex Menpuar dan Bambang, dua pedagang yang sibuk berjualan di depan Stadion Utama Gelora Bung Karno saat kampanye akbar capres dan cawapres nomor urut satu ini berlangsung.

Benda yang dijual pun bervariasi mulai dari kaos, kemeja, topi, serta celana. Pernak-pernik semacam pin, bros, pena, dan gantungan kunci pun tampak menghiasi lapak usaha. Alex memfokuskan pada penjualan topi, pin, dan bros bergambarkan wajah Prabowo ataupun lambang Gerindra. Konon, Alex merupakan pemain film laga Indonesia pada tahun 1980-1990'an. Memang bukan pemeran utama yang disandangnya, melainkan pemeran tambahan yang kerap unjuk gigi dengan gerakan bela diri.

Topi berlogo wajah Prabowo dan topi berlambang Gerindra dijualnya seharga Rp 25.000. Sementara pin dihargai Rp 10.000 dan bros sebesar Rp 5.000. Hanya berdagang selama lima hari, laba Rp 3.000.000 sudah diraupnya.

"Saya tidak mau melewatkan momen (kampanye akbar) ini. Biasanya saya jualan di depan Rumah Polonia," kata pria asal Sumatera ini sambil melayani pembeli yang berdatangan.

Alex memang punya alasan kuat sebelum benar-benar memutuskan berdagang barang dengan logo Prabowo. Pasalnya, simpatisan Prabowo-Hatta memang berminat membeli barang-barang atribut capres-cawapres yang berslogan "Indonesia Bangkit" ini. Salah seorang pembeli topi, Alfi, mengaku harga yang yang dipatok memang tidak terlalu mahal.

"Saya simpatisan, makanya mau beli topi ini," ucap pria ini sambil menunjukkan topinya. "Hari ini saya datang karena mau bertemu Prabowo. Saya sudah mengagumi dia sejak ia di Komando Pasukan Khusus (Kopassus)," tambahnya.

Sebelum kampanye pilpres, Alex sehari-hari mencari sesuap nasi dengan jalan berdagang asongan. Apapun berusaha dijualnya, seperti jaket atau kaos. "Barang dia (Prabowo) paling laku," ujar mantan pemain figuran film yang mengaku pernah bermain di film "Tendang Maut", "Bulan di Atas Kuburan", serta "Dorce Ketemu Jodoh" ini.

Pertimbangan ekonomi tidak menjadi alasan pokok Alex menjual barang atribut Prabowo. Karakter Prabowo yang menurutnya pantas jadi pemimpin bangsa juga menjadi motif Alex memilih berdagang benda-benda yang berlogokan wajah capres yang sempat menjadi komandan Kopassus ini. "Saya lihat, dia punya konsep dan programnya bagus," ujar Alex.

Berbeda dengan Alex, Bambang yang memilih berjualan kaos berdesain Prabowo ini punya motif yang murni karena pertimbangan ekonomi. "Saya lihat pasarnya bagus, pendukung Prabowo itu kelas menengah ke atas. Mereka juga lebih loyal dan mau membeli kaos-kaos ini," tutur pria asal Depok ini.

Terlihat di dekatnya, berjejer kaos-kaos dengan desain wajah Prabowo yang ditawarkan dengan harga Rp 50.000. "Kalau mau nawar boleh, jadi Rp 40.000 sampai Rp 45.000," terang pedagang yang mengaku belum tahu akan mencoblos siapa pada 9 Juli mendatang. Ia pun menambahkan, sejauh ini sudah terjual sebanyak lebih dari dua puluh kaos.

Bambang melihat prospek berjualan saat kampanye akbar lebih bagus dibandingkan di Rumah Polonia. "Kalau di Rumah Polonia, saya belum berani (ambil risiko)," katanya. Lain dengan Bambang, Alex cukup berani mengambil risiko berdagang di kubu pemenangan Prabowo-Hatta tersebut.

Sebelumnya, Bambang berjualan seragam, baik itu seragam sekolah maupun lembaga. "Memang saya jualan ini karena sesuai momen saja," kata pria yang bergabung dalam komunitas penjual kaos ini. "Ya, kalau masalah pilih siapa, itu harus sesuai hati nurani," pungkas pria ini sambil tersenyum.

(mad/mad)


Berita Terkait