2002-2004, 6 Heli TNI Jatuh

2002-2004, 6 Heli TNI Jatuh

- detikNews
Kamis, 23 Des 2004 19:03 WIB
Jakarta - Kecelakaan helikopter milik TNI masih saja terjadi. Terbaru, helikopter Super PUMA milik TNI AU jatuh di Wonosobo, Jawa Tengah. Dari data yang dikumpulkan detikcom, selama tahun 2002 sampai Desember 2004, sudah enam heli TNI yang jatuh. Berikut data selengkapnya: 1. 30 Juni 2002. Sebuah heli TNI milik TNI AD jenis Bell 205 lambung PK 5074, jatuh di pegunungan Enarotali (Gupai), Paniai, Papua. Dari kecelakaan tersebut, tiga anggota TNI tewas dan dua lagi luka-luka. Mereka yang tewas adalah Lettu Yandi M (pilot), Sertu Kiman (penumpang) dan Serka Margito (Mekanik). Sedang korban luka-luka Lettu (Kav) Sulaksono Teddy Prabowo (29) (pilot juga) dan Lettu (Inf) Ihwan Okti Riady (26) (Kopilot).2. 27 Agustus 2002. Sebuah helikopter latih Bell-47G Soloy Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Kalijati, Jawa Barat, jatuh di Pabuaran, Subang pukul 16.00 WIB. Seorang anggota TNI bernama Letnan Satu Yudi tewas. Heli Soloy ini memperkuat TNI AU sejak awal Juli 1978 sebagai bentuk hibah pemerintah Australia. 3. 29 Oktober 2003. Sebuah helikopter latih militer TNI AU jenis Twin Pack H3408 jatuh di Kampung Palingseran, RT 03/04, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.18 WIB itu menewaskan tujuh anggota TNI AU. Kedua penerbang heli adalah Kapten (Pnb) TNI AU Andy Wijaya dan Kapten (Pnb) TNI AU Gustaf Marganto yang diduga sebagai pilot dan kopilot pesawat latih dari Skuadron VI ATS itu. Sedangkan lima kru skuadron teknik 024 ATS adalah Serka Udin Syaefudin, Praka Sukendar, Sertu Ipnu Mawardi, Serma Munajat Hadiansyah, dan Serka Bobby Aprianto. 4. 12 Oktober 2004. Sebuah helikopter jenis Bell 205 milik TNI, mengalami kecelakaan dan jatuh di Aceh. Kecelakaan itu terjadi pukul 13.00 WIB di km 34 Jln. Ambar, Desa Blang Rakal, antara perbatasan Kabupaten Aceh Tengah dan Bireun Provinsi NAD. Musibah ini menewaskan 8 anggota TNI5. 22 Desember 2004. Sebuah heli jenis Bell Bell HU-416 milik TNI AL di di Sungai Witak, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua. Lima orang tewas, 3 anggota TNI AL dan 2 warga sipil. Kelima korban tewas adalah Kelima korban tewas adalah Kapten Laut (P) Novi Hendri, kopilot Letnan Dua Laut (P) Putu Eka DN, mekanik Sersan Satu AKP Vidiono, dan dua penumpang, masing-masing Novi Kogoya (penduduk asli Nabire) dan Mayu (warga Makassar). 6. 23 Desember 2004. Sebuah heli jenis Super Puma NAS-332 dengan nomor lambung 3201 milik TNI AU jatuh di sebuah perkebunan di pegunungan di Desa Suren Gede, Kecamatan Pejajar, Wonosobo. Sebanyak 13 anggota TNI AU tewas. Berikut nama-nama korban: Kapten (Pnb) Rizki, Kapten (Pnb) Damar, Lettu (Pnb) Norman, Serka Agus (mekanik), Serka Abdul Wahid (mekanik), Serka Indrajaya (mekanik), 7. Mayor (Pnb) Feri, 8. Mayor (Pnb) Sumanto, Mayor (Pnb) Ruli Panji, Mayor (Pnb) Ruslan, Mayor (Pnb) Bambang Utoyo, Kapten (Pnb) Riyadi, dan Lettu (Pnb) Aditya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads