"Pada zaman Pak Harto banyak orang PKI dibunuh. Pada tahun '84 ada pembantaian di Tanjung Priok, pada tahun '91 terjadi peristiwa Dili, kemudian peristiwa Talang Satu yang juga membunuh orang banyak. Lalu ada bom di Aceh, setelah itu terjadi peristiwa '98," kata Mahfud.
Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers bersama Rachmawati dan Fadli Zon di kediaman Rachmawati di Jl Jatipadang No 54A, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (22/6/2014).
"Jadi semua pada masa pemerintahan itu mewarisi pelanggaran HAM. Di masa Megawati pun ada pelanggaran HAM," ujarnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan pada saat dia berpidato di Bengkulu, memang ada pembahasan soal masalah HAM. Saat itu, kata Mahfud, dia mengajak rekonsiliasi untuk menyelesaikan masalah-masalah HAM.
"Pada zaman Bung Karno tahun '65, terjadi pelanggaran HAM, yaitu banyak kiai-kiai dan jenderal-jenderal yang dibunuh. Saya tidak bilang bahwa Bung Karno pelakunya," ujarnya.
"Bahkan saya setuju bahwa Bung Karno itu sebagai korban juga dari pelanggaran HAM pada masa itu," imbuh Mahfud.
Mahfud merasa kata-katanya dipelintir oleh media. Dia merasa tak pernah menyatakan Bung Karno sebagai pelanggar HAM.
"Berita itu dimutilasi. Diambil satu ujungnya saja. Saya tantang kepada siapapun yang hadir pada saat itu, termasuk Tribunnews, dari mana saya mengatakan hal itu?" ujarnya.
(trq/mad)











































