Mahfud tiba di kediaman Rachmawati di Jl Jatipadang No 54A, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (22/6/2014) pukul 12.47 WIB. Dia ditemani oleh Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, yang telah lebih dulu datang.
Usai pertemuan yang berlangsung kurang dari setengah jam itu, Mahfud bersama Fadli dan Rachmawati menggelar jumpa pers. Kepada wartawan, Rachmawati memang meminta Mahfud untuk mengklarifikasi kabar soal pernyataannya.
"Hari ini saya meminta waktu kepada Pak Mahfud untuk klarifikasi, dan saya sudah mendapat penjelasan," kata Rachma.
Kemudian Mahfud bicara menjelaskan soal pernyataannya. Dia menegaskan tak pernah menyebut Soekarno sebagai pelanggar HAM.
"Tentang berita yang menyatakan bahwa Bung Karno pernah melanggar HAM, saya pastikan bahwa tidak boleh seorang anak bangsa dan tidak mungkin saya mengatakan bahwa Bung Karno melakukan pelanggaran HAM," tutur Mahfud.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan pada saat dia berpidato di Bengkulu, memang ada pembahasan soal masalah HAM. Saat itu, kata Mahfud, dia mengajak rekonsiliasi untuk menyelesaikan masalah-masalah HAM.
"Pada zaman Bung Karno tahun '65, terjadi pelanggaran HAM, yaitu banyak kiai-kiai dan jenderal-jenderal yang dibunuh. Saya tidak bilang bahwa Bung Karno pelakunya," ujarnya.
"Bahkan saya setuju bahwa Bung Karno itu sebagai korban juga dari pelanggaran HAM pada masa itu," imbuh Mahfud.
Mahfud merasa kata-katanya dipelintir oleh media. Dia merasa tak pernah menyatakan Bung Karno sebagai pelanggar HAM.
"Berita itu dimutilasi. Diambil satu ujungnya saja. Saya tantang kepada siapapun yang hadir pada saat itu, termasuk Tribunnews, dari mana saya mengatakan hal itu?" ujarnya.
Meski demikian, dia minta maaf ke Rachmawati. "Saya minta maaf ke Ibu Rachma karena sudah membuat tidak nyaman atas pemberitaan seperti itu. Tapi saya tidak pernah mengatakan seperti apa yang diberitakan oleh media itu," pungkasnya.
(trq/mad)










































