Awalnya, di tengah pidato, Prabowo sempat bertanya pada pendukungnya di tribun dan lapangan GBK, apakah bisa mendengar suaranya. Sebagian besar menjawab bisa. Namun di beberapa titik tribun, suara mantan Danjen Kopassus itu memang kurang terdengar.
"Di atas bisa mendengar suara saya?" tanya Prabowo yang berbaju putih berkantong empat tersebut di GBK, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (22/6/2014).
"Kalau tidak bisa saya ubah sound systemnya," sambungnya.
Tak lama kemudian, datang salah seorang pihak panitia yang membetulkan mic bergaya jadul tersebut. "Sound systemnya kurang keras. Kalau demi rakyat harus tegas, saudara-saudara," imbuh Prabowo
Di awal pidatonya, Prabowo mengajak para pendukungnya untuk menentukan suara pada 9 Juli mendatang. Tak ada orang miskin atau kaya, yang ada hanya satu orang satu suara.
"Nasib rakyat, nasib saudara-saudara sekalian, ada di tangan rakyat sendiri," tegasnya berapi-api.
(rni/mad)











































